Otomotif & Elektronik Topang Ekspor Jabar

Jawa Barat mencatat nilai ekspor nonmigas terbaik dalam 13 bulan terakhir pada Oktober 2014 yang ditopang oleh perkembangan industri otomotif dan elektronik.
Afif Permana Aztamurri
Afif Permana Aztamurri - Bisnis.com 02 Desember 2014  |  19:35 WIB

Bisnis.com, BANDUNG—Jawa Barat mencatat nilai ekspor nonmigas terbaik dalam 13 bulan terakhir pada Oktober 2014 yang ditopang oleh perkembangan industri otomotif dan elektronik.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat menunjukkan adanya peningkatan sebesar 17,00% untuk kelompok barang kendaraan dan bagiannya.

Wakil Ketua Kadin Jawa Barat Bidang Ekspor Impor Yusuf Suhyar  mengatakan industri otomotif dan elektronik Jawa Barat yang terpusat di Bekasi pada Oktober 2014 menunjukkan peningkatan ekspor ke daerah ASEAN, Timur Tengah, serta Afrika Selatan.

“Ekspor industri tersebut perlahan membaik dan menunjukkan hasil yang meningkat. Kita berharap industri tersebut akan terus melebarkan sayap ke dearah-daerah lainnya, tidak hanya di wilayah Jababeka,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (2/12).

Yusuf menjelaskan selain industri otomotif dan elektronik, pelemahan kinerja ekspor yang terjadi sebelumnya membantu meningkatkan nilai ekspor Jawa Barat pada Oktober 2014 salah satunya dari sektor tekstil yang permintaannya kembali meningkat.

Akan tetapi, ekspor hasil pertanian justru terpuruk. BPS mencatat ekspor pertanian turun hingga 14,16%.

Meski demikian, dia tetap menaruh harapan pada ekspor makanan olahan yang pada Oktober 2014 justru memperlihatkan stagnasi, tapi menuai sedikit harapan untuk perkembangan pada kuartal awal tahun depan.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jawa Barat Dody Gunawan Yusuf mengatakan peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2014 terjadi pada kelompok kendaraan dan bagiannya sebesar 17,00%. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kelompok kertas/karton sebesar 10,52%.

Komoditas lainnya yang mengalami peningkatan adalah alas kaki sebesar 15,82%, mesin-mesin/pesawat mekanik 12,34%, serta plastik dan barang dari plastik 6,06%.

Nilai ekspor nonmigas yang meningkat juga terjadi pada produk-produk industri sebesar 2,30%. Sedangkan ekspor produk pertanian turun 14,16%, begitu juga dengan produk pertambangan lainnya yang turun 53,02%.

Komoditas lain yang mengalami penurunan adalahserat staffle buatan 10,38%, pakaian jadi bukan rajutan 8,95%, barang-barang rajutan 8,93%, serta karet dan barang dari karet turun sebesar 7,84%.

Dengan pencapaian di sektor nonmigas tersebut, Dody juga menyebutkan bahwa nilai ekspor Jawa Barat pada Oktober 2014 mengalami peningkatan sebesar 2,84% atau mencapai US$2,46 miliar dibandingkan dengan pencapaian pada September 2014 yakni US$2,39 miliar.

“Secara kumulatif, Jawa Barat mengalami kenaikan nilai ekspor 3,98% pada Januari-Oktober 2014,” ujar Dody di Kantor BPS Provinsi Jawa Barat, Bandung pada Senin (1/12). “Kenaikan tersebut mencapai nilai ekspor US$ 22,91$.”

Secara rinci, pada periode Januari-Oktober 2014 tersebut ekspor nonmigas mampu mencapai nilai US$21,94 miliar atau naik 1,03%.
Sementara ekspor migas mampu mencapai nilai US$973,51 juta atau naik 203,42% dari angka US$320,85 juta pada periode Januari-Oktober 2013.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi jabar, kinerja ekspor

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top