Petani Organik di Batu Dapat Insentif

Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko, menegaskan pengembangan sayur organik di wilayahnya untuk menjawab tuntutan pasar. Karena itu dalam pengembangannya Pemkot Batu memberikan insentif kepada petani.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 30 Oktober 2014  |  17:53 WIB

Bisnis.com, BATU--Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko, menegaskan pengembangan sayur organik di wilayahnya untuk menjawab tuntutan pasar. Karena itu dalam pengembangannya Pemkot Batu memberikan insentif kepada petani.

Menurut Eddy Rumpoko insentif yang diberikan tersebut sebesar Rp1 juta kepada setiap petani, bantuan bibit, pupuk dan obat-obatan organik. Dana insentif yang disediakan sebesar Rp900 juta untuk 900 petani.

“Diantara wilayah yang sukses mengembangkan budidaya sayuran organik khususnya kentang, wortel dan brokoli tersebut adalah wilayah Sumber Brantas kecamatan Bumiaji,” kata Eddy, Kamis (30/10/2014).

Sukses tersebut setelah petani melakukan uji coba beberapa kali tanam. Dan sejauh ini hasil panen mereka sudah mulai stabil.
Bahkan tanaman kentang diawal tanam hasilnya relatif turun sebesar 25%.

Namun saat ini produksinya sudah berangsur normal dimana per hektar hasil panen kentang organik bisa mencapai 60 ton.
Keberhasilan petani Sumber Brantas tersebut lanjut wali kota patut untuk diapresiasi positif.

“Hal ini tidak terlepas dari kemauan besar petani untuk menjalankan program pertanian organik,” jelas dia.

Kondisi tersebut juga mengindikasikan jika petani di Batu ingin maju dan mengikuti tuntutan pasar. Selain itu petani juga mulai sadar akan pentingnya menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan.

Harga sayuran organik juga lebih mahal dan dicari orang terutama di pasar swalayan. Sehingga tugas Pemkot Batu adalah membantu memasarkannya melalui jaringan toko modern.

“Tugas memasarkan hasil pertanian organic merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi kepala dinas pertanian dan kehutanan (distanhut),” ujarnya.

Kepala Distanhut Kota Batu, Arif As Sidiq, mengatakan pihaknya sejauh ini masih menjajaki kerja sama dengan jaringan ritel pasar modern. Sehingga seluruh produk sayuran organik bisa terserap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu, pertanian organik

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top