Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS EROPA: FDI Turun, Investor Lari ke Indonesia

Perekonomian Eropa yang masih tertekan tanpa adanya perbaikan yang cukup signifikan terbukti memberi angin segar bagi pertumbuhan investasi nasional karena banyak investor lari ke Indonesia
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 23 Oktober 2014  |  04:10 WIB
KRISIS EROPA: FDI Turun, Investor Lari ke Indonesia
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perekonomian Eropa yang masih tertekan tanpa adanya perbaikan yang cukup signifikan terbukti memberi angin segar bagi pertumbuhan investasi nasional karena banyak investor lari ke Indonesia.

Kondisi ini tergambar dari realisasi investasi langsung asing (FDI) awal tahun hingga kuartal III/2014 yang menunjukkan adanya tren peningkatan dari Eropa di saat empat benua lain Asia, Amerika, Australia, dan Afrika mengalami fluktuasi yang cenderung menurun.

Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan anjloknya perekonomian Eropa pada gilirannya akan membuat investor dari sana memilih berinvestasi ke luar yang di nilai masih prospektif untuk berkembang seperti Indonesia.

"Enggak mungkin mereka investasi di sana. Apalagi bunga di sana kan sangat murah, ujarnya kepada Bisnis, Rabu (22/10).

Seperti diketahui, Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga acuannya sebagai upaya untuk mendukung perekonomian Zona Euro yang sedang rapuh. Awal September lalu, ECB menurunkan tiga suku bunga acuan utama sebanyak 10 basis poin, yaitu suku bunga acuan menjadi 0,05%, suku bunga deposito menjadi 0,02%, dan suku bunga margin lending facility menjadi 0,3%.

Presiden ECB Mario Draghi pun menegaskan akan mempertahankan kebijakan ekonomi longgar sampai inflasi zona euro terkerek naik ke level 2%. Laporan terkini Eurostat yang dilansir pertengahan September menunjukkan tingkat inflasi area Eropa masih tertahan di level 0,4%.

Kondisi perekonomian yang memburuk, lanjut Lana, membuat perusahaan-perusahaan Eropa memilih menginvestasikan ke negara-negara seperti Indonesia yang suku bunganya masih tinggi dengan prospek perekonomian yang masih seksi

Sejak awal tahun hingga kuartal III/2014, tren peningkatan nilai investasi langsung asing (PMA) dari Eropa terus terjadi. Pada kuartaL I/2014, nilai investasi mencapai level US$488,9 juta. Sementara dua kuartal berikutnya berturut-turut mencapai US$1.108,6 juta dan US$1.819,8 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi eropa
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top