Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UNIVERSITAS AIRLANGGA: Rektor Resmikan Kampus Banyuwangi

Rektor Universitas Airlangga Surabaya Prof Fasichul Lisan meresmikan kampus perguruan tinggi negeri tersebut di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, kendati perkulihan sudah dimulai sejak September.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Oktober 2014  |  01:10 WIB
Gedung Auditorium Unair  - arif/nma.com
Gedung Auditorium Unair - arif/nma.com

Bisnis.com, BANYUWANGI - Rektor Universitas Airlangga Surabaya Prof Fasichul Lisan meresmikan kampus perguruan tinggi negeri tersebut di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, kendati perkulihan sudah dimulai sejak September.

Keterangan tertulis Bagian Humas dan Protokol Pemkab Banyuwangi melalui surat elektronik menyebutkan kehadiran kampus Unair melengkapi infrastruktur pendidikan yang telah ada di Banyuwangi, seperti Politeknik Negeri, Sekolah Pilot Negeri dan berbagai kampus/sekolah tinggi lainnya.

Peresmian kampus Unair Banyuwangi ditandai dengan penekanan tombol pembuka selubung logo Unair Banyuwangi oleh Rektor Prof Dr Fasichul Lisan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran forum pimpinan daerah setempat.

Fasichul Lisan mengatakan kehadiran Unair di Banyuwangi ini untuk melengkapi instrumen pendidikan tinggi di Banyuwangi untuk bersinergi menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berpikir global.

"Ini merupakan kebijakan pemerintah pusat. Unair diajak untuk mempercepat penyiapan SDM guna menghadapi era globalisasi," katanya.

Menurut Fasich, Indonesia pada tahun 2030 akan mengalami bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibanding usia nonproduktif.

"Bonus demografi adalah momentum emas. Generasi muda perlu dipersiapkan dengan landasan yang kokoh dan memiliki pijakan yang kuat. Kami hadir di Banyuwangi untuk memperkuat pijakan bersama-sama dengan perguruan tinggi lainnya untuk menyelesaikan masalah bangsa dalam bidang pendidikan," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan kehadiran kampus Unair merupakan cita-cita lama dari rakyat Banyuwangi yang ingin memiliki perguruan tinggi negeri.

Pihaknya menyadari bahwa untuk mendirikan universitas negeri baru membutuhkan proses yang panjang dan waktu lama. Jika nantinya Unair Banyuwangi ini akan menjadi universitas negeri sendiri, maka akan lebih cepat dan standarnya tidak akan jauh dari Unair yang ada di Surabaya.

"Ini adalah salah satu strategi pembangunan bidang pendidikan. Banyuwangi tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata dan pertanian, tetapi juga menyiapkan SDM yang berdaya saing," ujar Anas.

Saat ini, kampus Unair Banyuwangi mempunyai empat program studi, yaitu akuntansi, budidaya perairan, kesehatan masyarakat, dan kedokteran hewan.

Untuk tahun pertama ini, sebanyak 153 mahasiswa telah mengikuti perkuliahan. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jambi, Lampung, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Makassar, Bojonegoro, Kediri, Probolinggo, Jember, Cilacap, Flores, Kupang, Bali, dan Papua.

Bupati menambahkan kehadiran Unair di Banyuwangi bisa menggerakkan ekonomi lokal, karena ratusan mahasiswa menyewa pondokan, membelanjakan uang untuk kebutuhan sehari-hari, hingga berwisata di Banyuwangi.

"Banyaknya mahasiswa dari luar kota berarti menarik uang dari luar masuk ke Banyuwangi. Dalam beberapa tahun ke depan, dampak ekonominya akan cukup besar," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas airlangga

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top