Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BENNY MULYA MENINGGAL DUNIA: KPK Beri Izin Budi Mulya untuk Melayat Anaknya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memberikan izin kepada mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya yang kini berstatus sebagai terdakwa untuk melayat anaknya yang telah meninggal dunia hari ini (8/9/2014), Benny Mulya.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 08 September 2014  |  15:00 WIB
BENNY MULYA MENINGGAL DUNIA: KPK Beri Izin Budi Mulya untuk Melayat Anaknya
Budi Mulya Dibui KPK - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memberikan izin kepada mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya yang kini berstatus sebagai terdakwa untuk melayat anaknya yang telah meninggal dunia hari ini (8/9/2014), Benny Mulya.

Penegasan tersebut disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Senin (8/9/2014).

"KPK pada dasarnya mengizinkan terdakwa untuk melayat. Apalagi ini bagian dari keluarga terdakwa," tuturnya.

Kendati demikian, ‎KPK baru dapat memberikan izin kepada Budi Mulya jika Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juga turut memberikan izin.
Pasalnya menurut Juru Bicara KPK, ‎Budi Mulya kini berstatus sebagai terdakwa.

"Sebenarnya, sekarang izin itu tidak di KPK. Tetapi dari hakim pengadilan, karena statusnya sudah terdakwa (vonis tingkat 1). " tukas Johan.

Seperti diketahui, Jenazah Benny Mulya dikabarkan akan segara dimakamkan hari ini (8/9/2014). Saat ini, jenazah sedang disemayamkan di Jasmine Residence Nomor 7F, Jalan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi mulya
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top