Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VIRUS KERDIL HAMPA: 4.000 Ha Sawah di Cirebon Gagal Panen

Sedikitnya 4.000 hektare areal sawah milik petani di Kabupaten Cirebon Jawa Barat mengalami gagal panen akibat terkena virus kerdil hampa yang menyerang benih padi.
Adi Ginanjar Maulana, Maman Abdurahman
Adi Ginanjar Maulana, Maman Abdurahman - Bisnis.com 01 September 2014  |  15:58 WIB
Ilustrasi: Contoh tanaman yang diserang virus kerdil-hampa. - deptan.go.id
Ilustrasi: Contoh tanaman yang diserang virus kerdil-hampa. - deptan.go.id

Bisnis.com, CIREBON -- Sedikitnya 4.000 hektare areal sawah milik petani di Kabupaten Cirebon Jawa Barat mengalami gagal panen akibat terkena virus kerdil hampa yang menyerang benih padi.

Virus kerdil hampa merupakan virus yang berasal dari sisa lendir wereng cokelat yang hinggap di benih padi sehingga pada saat padi mulai disebar langsung rusak atau mati terkena virus.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Tasrip Abu Bakar mengatakan wilayah yang paling banyak terkena virus kerdil hampa adalah di wilayah barat seperti di Kecamatan Gegesik, Kapetakan, dan Panguragan.

Dia menuturkan dari sembilan kecamatan yang ada di wilayah barat dengan luas areal 18.000 ha, 75% di antaranya telah panen sedangkan sisanya gagal tanam akibat virus kerdil hampa.

“Petani yang terlambat tanam kebanyakan lahan sawah miliknya gagal tanam akibat virus ini,” katanya, Senin (1/9/2014).

Tasrip mengungkapkan virus kerdil hampa bukanlah jenis virus yang menyerang secara massal seluruh areal sawah karena kebanyakan hanya menyerang padi yang terlambat tanam.

“Apalagi musim tanam 2014 ini kodisi cuacanya kemarau basah otomatis serangan hama jadi lebih banyak,” ujarnya.

Secara terpisah, Badan Pusat Statistik mencatat nilai tukar petani (NTP) tanaman pangan turun 0,72% dari 103,08 menjadi 102,34.

Namun, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap transaksi gabah selama Agustus 2014 yang justru mengalami kenaikan di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dody Gunawan Yusuf mengatakan rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani mencapai Rp4.375 per kg atau naik 0,98% dari bulan sebelumnya yang hanya Rp4.332 per kg.

“Demikian juga dengan gabah kering giling (GKG) di tingkat petani mengalami kenaikan sebesar 0,81% dari Rp4.794,64 per kg menjadi Rp4.8333,33 per kg. Sementara gabah kualitas rendah turun 3,01% dari Rp3.202,78 per kg menjadi Rp3.106,25 per kg,” ujarnya.

Adapun rata-rata harga beras di penggilingan sebesar Rp8.411,06 per kg atau turun 0,7% dibandingkan Juli 2014 sebesar Rp8.470 per kg.

Dia menjelaskan berdasarkan kualitas beras yang dikelompokan menurut patahan antara lain harga beras premium mencapai Rp8.771,71 per kg, beras medium Rp8.251,71, serta beras kualitas rendah Rp7.733,33 per kg.

Berdasar informasi di laman deptan.go.id. serangan virus kerdil hampa membuat daun pada tanaman muda jadi bergerigi. Sementara pada padi, daun bendera saat fase bunting jadi melintir, berubah bentuk dan memendek.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon gagal panen wereng cokelat virus kerdil hampa
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top