Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Krisis Bensin, Warga Selatpanjang Bertahan di Rumah

Krisis bahan bakar minyak kembali terjadi di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Akibat sulit mendapatkan bensin, warga terpaksa bertahan di rumah.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 07 Agustus 2014  |  20:24 WIB
Ilustrasi tentang antrian bahan bakar minyak - JIBI
Ilustrasi tentang antrian bahan bakar minyak - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Krisis bahan bakar minyak kembali terjadi di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Akibat sulit mendapatkan bensin, warga terpaksa bertahan di rumah.

“Rencananya mau nyari bensin malam ini, tapi karena takut tidak ada yang jual ya tidak berani keluar, daripada harus dorong motor [mogok] nanti,” kata seorang warga Selatpanjang, Yusra kepada Bisnis.com, Kamis (7/8/2014).

Kondisi ini membuat dia dan warga lainnya terpaksa bertahan di rumah dan tidak menggunakan sepeda motor untuk beraktifitas. Padahal menggunakan motor sudah menjadi kebutuhan keseharian, termasuk untuk membeli makanan.

Kalaupun ada yang menjual bensin, dia menyebut harga yang diberikan terlalu mahal, bahkan hingga Rp25.000/liter. “Mereka seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan yang dialami warga, seperti sengaja untuk menimbun bensin,” katanya.

Sulitnya mendapatkan bensin di kota yang terletak di tepi pantai timur Sumatera ini, sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Keluhan warga kota dalam menghadapi masalah ini juga disampaikan lewat status media sosial blackberry messenger dan facebook.

Selain bensin, bahan bakar lain yang langka yaitu gas elpiji dan minyak tanah. Yusra berharap kondisi ini segera membaik sehingga tidak lagi menyulitkan warga beraktifitas sehari-hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor regional krisis bbm bensin
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top