Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intai Polusi, China Gunakan Pesawat Udara

Pemerintah Negeri Tirai Bambu memutuskan menggunakan pesawat udara untuk memantau tingkat polusi. Pemerintah ingin menemukan emisi ilegal yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan industri terbesar China.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 29 Juni 2014  |  19:18 WIB
Lalu lintas di China.  Negara ini gunakan pesawat udara untuk intai polusi - Reuters
Lalu lintas di China. Negara ini gunakan pesawat udara untuk intai polusi - Reuters

Bisnis.com, BEIJING--Pemerintah Negeri Tirai Bambu memutuskan menggunakan pesawat udara untuk memantau tingkat polusi. Pemerintah ingin menemukan emisi ilegal yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan industri terbesar China.

Kementerian Perlindungan Lingkungan China mengungkapkan beberapa perusahaan yang tersangkut persoalan serius lingkungan yaitu Hebei Iron & Steel Group, pabrik baja terbesar China, Inner Mongolia Yihua Chemical Co, dan Shanxi Huaze Aluminium & Power Co.

Situs kementerian pada Minggu (29/6/2014)  juga menyebutkan ada sekitar 254 perusahaan Negeri Tembok Raksasa ditengarai melakukan praktik produksi ilegal di luar ambang batas, sehingga menyebabkan polusi.

Maret lalu, Perdana Menteri China, Li Leqiang menyatakan niatnya memerangi polusi setelah bagian utara negara tersebut diselimuti asap. Penasihat lingkungan pemerintah pun menetapkan kondisi polusi telah melewati baras toleransi.

“Kualitas udara yang buruk merupakan isu penting yang harus diperhatikan pemerintah. Ini akan mengurangi minat investasi asing,” kata kepala World Health Organization (WHO), Margaret Chan.

Pesawat udara yang digunakan China merupakan pesawat tak berawak yang dilengkapi dengan kamera infra merah, yang dapat menangkap kondisi polusi pada wilayah seluas 1000 kilometer persegi. Hingga 27 Juni mendatang, pesawat ini mula-mula akan beroperasi memantau Hebei, Shanxi, hingga perbatasan Mongolia.

Kementerian Perlindungan Lingkungan mengaku akan melakukan segala cara untuk memastikan perusahaan berhenti menghasilkan emisi yang merugikan. Hebei, Shanxi, dan perbatasan Mongolia menjadi perhatian, dikarenakan 7 dari 10 kota dengan tingkat polusi terburuk China berada di wilayah Hebei.

Hebei adalah wilayah yang tidak jauh dari Beijing, dan merupakan penghasil baja terbesar di negara ini, adapun Shanxi dan perbatasan Mongolia merupakan wilayah penghasil batu bara terbesar China.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china

Sumber : Bloomberg

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top