SIDANG SUAP MK: Akil Bantah Terima Uang 2 Dus

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar membantah keterangan saksi Muhtar Ependi dan Miko Panji soal paket kiriman dua dus berisi uang untuknya.nn
Lukmanul Hakim Daulay
Lukmanul Hakim Daulay - Bisnis.com 02 Juni 2014  |  13:49 WIB
SIDANG SUAP MK: Akil Bantah Terima Uang 2 Dus
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar membantah keterangan saksi Muhtar Ependi dan Miko Panji soal paket kiriman dua dus berisi uang untuknya.

Akil mengaku tidak pernah menerima kiriman uang, tetapi dirinya hanya menerima paket berisi makanan pempek khas Palembang.

"Saya tidak pernah terima langsung, tapi ada kiriman pempek," ujar Akil saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Lantas Hakim Ketua Suwidya mempertegas peryataan Akil Mochtar tersebut. "Apakah Pempek betulan?" tanya Suwidya. "Betulan," jawab Akil lugas.

Untuk diketahui, Miko Panji dalam kesaksiannya pada 7 April 2014 lalu menegaskan pernah mengantar dus berisi uang yang ditujukan kepada Akil.

"Saya disuruh anterin paket ikan asin. Bulan puasa waktu itu. Saya berdua dengan Pak Muhtar," ujar Miko.

Awalnya Muhtar sempat bertemu dengan calon bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri di Restoran Pisang Ijo, Boulevard, Kelapa Gading. Di sana, Miko mendengar Budi meminta tolong kepada Muhtar soal pilkada.

Setelah pertemuan itu, Miko mengantar Muhtar ke Bank BPD Kalimantan Barat di kawasan Kota, Jakarta Barat. Dari tempat itu, dua dus tersebut dimasukkan ke dalam mobil Muhtar. Namun keterangan tersebut justru dibantah Akil Mochtar.

Akil juga membantah menerima uang dari penanganan sengketa Pilkada Empat Lawang dan Palembang.

"Itu imajinasi karena saya tidak pernah meminta atau menyuruh meminta. Perkara Empat Lawang dan Palembang itu dua perkara yang penghitungan surat suara diulang dengan sidang terbuka untuk umum, sehingga logikanya dia sudah tahu dia sudah menang, tidak mungkin kita minta uang," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahkamah konstitusi, akil mochtar

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup