Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS THAILAND: Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Demonstran

Polisi Thailand menembakkan gas air mata ke arah gerombolan demonstran saat aksi massa menguasai jalanan Bangkok. Hal itu terjadi hanya sehari setelah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dicopot dari jabatannya oleh pengadilan.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 10 Mei 2014  |  12:43 WIB

Bisnis.com, BANGKOK - Polisi Thailand menembakkan gas air mata ke arah gerombolan demonstran saat aksi massa menguasai jalanan Bangkok.

Hal itu terjadi hanya sehari setelah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dicopot dari jabatannya oleh pengadilan.

Namun demikian, Partai Thai Puea, yang dikuasai Yingluck sampai masih memegang kekuasan pemerintahan, masih memiliki harapan untuk memenangkan pemilihan umum pada 20 Juli nanti.

Pimpinan demonstran Suthep Thaugsuban mendesak parlemen, kantor perdana menteri, dan 5 stasiun televisi untuk tidak lagi berada di bawah pengaruh Yingluck.

"Kami akan menyapu bersih jejak rezim Thaksin ke luar negeri ini," ujar mantan wakil perdana menteri itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (9/5/2014).

Menjelang siang, Suthep telah memimpin sekelompok pengunjuk rasa menuju Gedung Negara, kantor resmi perdana menteri yang telah kosong sejak Januari lalu.

Pusat Medis Erawan, yang memantau rumah sakit, mengatakan bahwa 4 demonstran telah dilarikan ke rumah sakit setelah terkena gas air mata.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Krisis Thailand
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top