Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penaikan TDL, Hotel Berusaha Pertahankan Tarif Kamar

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menilai kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak akan mempengaruhi industri perhotelan, terutama pada tarif kamar hotel.
Ria Indhryani
Ria Indhryani - Bisnis.com 28 April 2014  |  14:19 WIB
Reservasi hotel. Perhotelan berusaha pertahankan tarif meski TDL naik - Istimewa
Reservasi hotel. Perhotelan berusaha pertahankan tarif meski TDL naik - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menilai kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak akan mempengaruhi industri perhotelan, terutama pada tarif kamar hotel.

Pemerintah membuat skema penaikkan TDL untuk empat golongan tarif listrik non-subsidi yakni, rumah tangga besar (R3) dengan daya 6.600 VA ke atas, bisnis menengah (B2) dengan daya 6.600 sampai 200 kVA, bisnis besar (B3) dengan daya di atas 200 kVA, dan kantor pemerintah sedang (P1) dengan daya 6.600 hingga 200 kVA.

Tarif tersebut akan mengalami fluktuasi (adjustment) berdasarkan formula tertentu dengan indikator yang ditetapkan yakni kurs, inflasi, dan harga minyak Indonesia atau Indonesian crude price (ICP).

Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar mengatakan sejauh ini industri perhotelan di Jabar secara umum bukan industri yang termasuk dalam empat kategori tersebut.

“Mungkin yang termasuk di dalamnya adalah hotel-hotel bintang 3 ke atas, karena daya listrik yang digunakannya cukup besar. Tetapi, kenaikannya juga fluktuatif melihat beberapa faktor seperti nilai kurs dolar AS dan lainnya,” katanya, Senin (28/4/2014).

Menurutnya, tidak adanya penaikan TDL yang berarti bagi industri perhotelan tentunya tidak akan berdampak pada tarif kamar hotel. Menurutnya, saat ini perhotelan sangat sulit untuk menaikan tarif kamar karena persaingan yang sudah semakin ketat.

Dalam satu bulan terakhir, Herman mengungkapkan okupansi hotel di Jabar tidak ada kenaikan yang signifikan, bahkan stagnan seperti bulan sebelumnya yaitu sekitar 37%-40%.

“Di Kota Bandung juga demikian, rata-rata masih sekitar 52%. Tarif belum naik saja sudah sulit mengejar okupansi ideal, bagaimana bila dinaikan.”

Secara terpisah, sejumlah hotel berbintang di Kota Bandung dipastikan tidak akan menaikan tarif kamar seiring rencana penaikan TDL pada Mei 2014.

Nenon Maharani, General Manager Secretary Jayakarta Hotel Bandung menuturkan, pihaknya tidak akan menaikan tarif karena perencanaan pendanaan tahun ini dilakukan sejak Maret 2014. 

"Kami telah membuat dan menetapkan anggaran dalam setahun, jadi tidak mungkin menaikan tarif," tegasnya.

Saat ini, rata-rata tarif kamar di Jayakarta Hotel Bandung mulai Rp750.000 per kamar per malam, naik sekitar 10% dari tahun lalu. "Kenaikan tarif sewa kamar hanya kami sesuaikan dengan inflasi setiap tahunnya.”

Sementara itu, General Manager Promenade Hotel Bandung Ade Rozali juga menuturkan pada saat membuat anggaran, hotel telah memperkirakan akan adanya kenaikan harga  seperti gas elpiji, TDL dan komponen lainnya.

Guna mengantisipasi meningkatnya biaya operasional, pihaknya akan mengoperasikan hanya 2 lantai dari 4 lantai kamar yang dimiliki Promenade Hotel Bandung pada saat  weekdays.

"Kami menggunakan strategi operasional saja. Dengan proses seperti ini, pengaruhnya terhadap biaya operasional cukup besar," kata Ade. (Dimas Waraditya)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penaikan tdl
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top