Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VIRGIN AUSTRALIA TIDAK DIBAJAK: Kopassus Yang Disiapkan di Halim Batal Diturunkan

Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat batal diturunkan untuk mengatasi kemungkinan adanya pembajakan di pesawat Virginia Australia yang ternyata mengalami gangguan akibat ulah seorang penumpang yang mabuk.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 25 April 2014  |  15:57 WIB
Ilustrasi-Salah satu armada Virgin Australia, kasus di Bali ternyata bukan pembajakan. - news.com.au
Ilustrasi-Salah satu armada Virgin Australia, kasus di Bali ternyata bukan pembajakan. - news.com.au

Bisnis.com, JAKARTA -- Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat batal diturunkan untuk mengatasi kemungkinan adanya pembajakan di pesawat Virgin Australia yang ternyata mengalami gangguan akibat ulah seorang penumpang yang mabuk.

Disampaikan oleh Kapuspen TNI AD  Brigjen TNI Andika Perkasa, mulanya Kepala Staff Angkatan Darat memerintahkan Danjen Kopassus untuk mempersiapkan segala kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pada pesawat itu.

"Pasukan sudah disiapkan di Halim. Tapi karena tadi mendapatkan informasi jika yang melakukan orang mabuk dan sudah ditangani. Ya, batal diterjunkan,” ujar Andika, Jumat (25/4/2014).

Seperti diberitakan, pesawat Boeing 777-800 Virgin Australia diduga telah dibajak.

Dilaporkan bahwa seorang penumpang memaksa masuk ke dalam kokpit dengan menggedor-gedor pintu.

Pesawat pun telah mendarat di Bandara Ngurah Rai pada pukul 14.10.

Namun, rupanya penumpang bernama Matt Christopher yang mulanya diduga terlibat dalam aksi pembajakan pesawat hanyalah sedang mabuk.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembajakan virgin blue Australia
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top