Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

MISTERI MH370: Seluruh Penumpang Disandera, Pesawat Ditahan di Kandahar

Menurut Daily Mirror dalam lamannya mirror.co.uk yang mengutip surat kabar Rusia Moskovsky Komsomolets, MH370 tidak jatuh dan tidak dibajak olet pilot, namun dibajak oleh teroris Afghanistan. Seluruh awak pesawat dan penumpang pesawat sebanyak 239 orang kini disandera.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 14 April 2014  |  14:00 WIB
MISTERI MH370: Seluruh Penumpang Disandera, Pesawat Ditahan di Kandahar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Spekulasi baru di tengah upaya pencarian jejak keberadaan pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines (MH370) masih belum reda sejak dinyatakan hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing 8 Maret 2014.

Menurut Daily Mirror dalam lamannya mirror.co.uk yang mengutip surat kabar Rusia Moskovsky Komsomolets, MH370 tidak jatuh dan tidak dibajak olet pilot, namun dibajak oleh teroris Afghanistan. Seluruh awak pesawat dan penumpang pesawat sebanyak 239 orang kini disandera.

Berdasarkan sumber intelijen Rusia, MH370 dibajak dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Nama kelompok teroris yang membajak bersandi Hitch.

Ke-239 penumpang dibagi dalam 7 kelompok, ditahan di sebuah sel yang dibawahnya terdapat lumpur dan tidak pernah diberi makanan.

 

Menurut sumber itu, MH370 berikut para penumpangnya ditahan di Kandahar, daerah perbatasan Afghanistan dan Pakistan.

 

Saat ini menurut intelijen Rusia, pihak AS dan China sedang melakukan negosiasi dengan teroris Afghanistan agar seluruh penumpang dapat segera dibebaskan.

Sejauh ini belum ada bantahan maupun konfirmasi dari pihak Malaysia terkait pemberitaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MH370 Dibajak

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top