Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PHRI: Hotel Kota Malang Harus Berbenah Hadapi Pasar Bebas 2015

Hotel di Kota Malang, Jawa Timur, harus berbenah untuk menghadapi pasar bebas yang mulai berlangsung pada 2015 mendatang jika tidak ingin kalah bersaing.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 13 April 2014  |  21:09 WIB
PHRI: Hotel Kota Malang Harus Berbenah Hadapi Pasar Bebas 2015
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, MALANG - Hotel di Kota Malang, Jawa Timur, harus berbenah untuk menghadapi pasar bebas yang mulai berlangsung pada 2015 mendatang jika tidak ingin kalah bersaing.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Herman Maryono, mengatakan dimulainya era Asean Community pada 2015 akan membawa konsekuensi pada bisnis perhotelan.

“Salah satunya adalah persaingan yang kian terbuka. Sehingga hotel mau tidak mau harus dituntut untuk berbenah guna menjawab ketatnya persaingan karena tidak menutup kemungkinan hotel asing akan masuk ke Malang,” kata Herman di Malang, Minggu (13/4/2014).

Menurutnya, saat ini persaingan hotel di Malang sudah sedemikian ketat, menyusul banyaknya hotel berbintang yang bermunculan dalam beberapa tahun terakhir sehingga memicu terjadinya perang tarif.

Apalagi, tingkat okupansi untuk weekday masih cenderung melandai. Bahkan untuk beberapa hotel kondisi hunian pada waktu normal juga cukup memprihatinkan.

“Situasi memang cukup berat, apalagi kalau nanti mulai berlaku pasar bebas. Bagi hotel yang tidak bisa bersaing memang akan terancam eksistensinya,” jelas dia.

Kota Malang sebagai kota terbesar nomor dua di Jawa Timur keberadaannya memang cukup strategis. Selain dikenal sebagai tujuan wisata juga merupakan kota pendidikan, sehingga banyak investor yang ingin berinvestasi tidak terkecuali di bidang perhotelan.

Namun begitu, seiring banyaknya hotel yang ada di Malang, pihaknya berharap pemkot untuk tidak mudah mengeluarkan izin baru apalagi jika mengacu pada tingkat kebutuhan kamar yang banyak disebut masih kurang.

“Data jika Malang masih kekurangan kamar tidak bisa jadi patokan. Karena fakta di lapangan jika hari biasa hotel cenderung sepi tamu,” ujarnya.

Diakui pada weekend maupun hari libur, hotel di Malang memang banyak diserbu tamu dari luar kota yang berlibur. Namun, situasi berbeda jika pada hari biasa. Karena itu jika Malang disebut masih kekurangan kamar dan memungkinkan hotel baru akan berdiri lagi patut untuk ditinjau ulang.

Lebih lanjut kata Herman belum memasuki pasar bebas saja situasi hotel di Malang sudah diwarnai tingkat persaingan yang sudah sedemikian terbuka. Bagaimana jika nanti sudah masuk pada pasar bebas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phri pasar bebas asean
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top