Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MH370 JATUH: Peneliti Australia Klaim Tahu Posisi Kabin

Para peneliti Australia menyatakan telah mengetahui di mana posisi kabin pesawat Malaysia Airlines MH370 berada dan menyebutkan ruang pusat kendali pesawat tersebut tersebut tenggelam dalam satu serpihan besar tanpa terpisah.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Maret 2014  |  08:11 WIB
MH370 JATUH: Peneliti Australia Klaim Tahu Posisi Kabin
Citra satelit Prancis menangkap sejumlah serpihan yang diduga kuat bagian dari pesawat MH370/bhariancommy - created YUS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti Australia menyatakan telah mengetahui di mana posisi kabin pesawat Malaysia Airlines MH370 berada dan menyebutkan ruang pusat kendali pesawat tersebut tersebut tenggelam dalam satu serpihan besar tanpa terpisah.

Para ilmuwan dari University of Western Australia itu menyatakan sedikitnya jumlah serpihan menunjukkan pesawat itu tidak meledak sehingga terpisah dalam banyak serpihan.

“Saya kira pesawat tersebut jatuh dan beberapa serpihan tetap berada dalam pesawat,” ujar Profesor Pattiaratchi sebagaimana dikutip mirror.co.uk, Jumat (28/3/2014).
Menurutnya, jika pesawat meledak maka akan terlihat banyak serpihan mengapung di laut.

"Dengan demikian kita akan melihat sedikit pelampung dan bangku pesawat yang biasanya mengapung di laut," ujarnya.

Dia menyatakan serpihan yang terpantau satelit Thailand sepertinya berupa serpihan sayap pesawat yang tersebar sejauh 249 mil dari lokasi pesawat jatuh. Pesawat itu hingga kini terus dicari tim penyelidik dari sejumlah negara telah dinyatakan  hilang sejak 8 Maret lalu dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines Malaysia Airlines Ditemukan

Sumber : mirror.co.uk

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top