Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumah Kerap Jadi Awal Pemicu Kematian Bahasa Daerah

Keraguan orang tua mengajarkan bahasa daerah ikut berperan mempercepat kematian atau semakin ditinggalkan penggunaan bahasa daerah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Februari 2014  |  14:41 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto/Desi Suryanto
Ilustrasi - Jibiphoto/Desi Suryanto

Bisnis.com, BANDUNG – Banyak hal yang bisa menyebabkan bahasa daerah cepat mati, salah satunya justru keadaan keluarga.

Keraguan orang tua mengajarkan bahasa daerah ikut berperan mempercepat kematian atau semakin ditinggalkan penggunaan bahasa daerah.

Demikian dikatakan Rektor Universitas Padjadjaran Prof Dr Ganjar Kurnia di Bandung, Jumat (21/2/2012).

"Orang tua yang tinggal di suatu daerah wajib mengajarkan bahasa itu kepada anaknya, jangan ada keraguan untuk menggunakan bahasa daerah sendiri karena itu warisan yang tidak ternilai," kata Ganjar Kurnia pada peringatan Hari Bahasa Ibu di Kampus Unpad.

Ganjar menyatakan tidak sependapat terkait penetapan nama Hari Bahasa Ibu oleh Unesco.

Menurutnya penggunaan kata Bahasa Ibu, tidak sesuai dengan pengertiannya.

Ia mencontohkan bila seorang ibu yang berasal dari Sunda mengajarkan Bahasa Inggris kepada anaknya untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, maka Bahasa Inggrislah yang menjadi bahasa ibu bagi anak itu.

"Dilihat dari definisinya, bahasa ibu berarti bahasa yang diajarkan oleh seorang ibu kepada anaknya, bukan bahasa asli daerah asalnya," kata Ganjar.

Ganjar menyebutkan, proses yang mempercepat matinya bahasa daerah adalah tergantung kesungguhan pendidikan yang orang tua berikan kepada anaknya masing-masing.

Hal ini menurut dia, dikarenakan terkadang orang tua masih ragu dan takut untuk mengajarkan bahasa tersebut.

"Orang tua zaman sekarang terkadang takut untuk mengajarkan anaknya bahasa daerah, takut nanti anaknya jadi terlihat minder dan kampungan, itu adalah persepsi keliru," kata Ganjar.

Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu, Universitas Padjadjaran menggelar Pagelaran Seni Budaya Rumawat, yang menampilkan banyak kebudayaan Sunda.

"Pagelaran ini pada dasarnya mendukung agar pelestarian penggunaan bahasa daerah khususnya Bahasa Sunda, karena gejala hilangnya bahasa Sunda sudah mulai terasa," tegas Ganjar.

Peringatan Hari Bahasa Ibu Sedunia menyajikan beberapa pertunjukan yang bersumber dari karya-karya sastra Sunda.

Pertujukan tersebut dilakukan oleh para sastrawan Sunda seperti Godi Suwarna dan Elin Syamsuri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unesco unpad bahasa daerah

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top