Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Pembalakan Liar, Menhut Gandeng KPK

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Kamis (6/2/2014), mendatangi Gedung KPK guna menyampaikan hasil kajian bersama terkait regulasi pemanfaatan hasil hutan yang saat ini ditengarai masih belum optimal.
Lukmanul Hakim Daulay
Lukmanul Hakim Daulay - Bisnis.com 06 Februari 2014  |  15:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Kamis (6/2/2014), mendatangi Gedung KPK guna menyampaikan hasil kajian bersama terkait regulasi pemanfaatan hasil hutan yang saat ini ditengarai masih belum optimal.

Menurut Zulkifli, KPK perlu dilibatkan agar nantinya regulasi yang ada bisa disesuaikan dengan peraturan lembaga negara lainnya.

"Wibawa KPK ini yang kami bawa. Kalau kami ngomong sendiri nanti dianggap kepentingan sendiri," ujar Zulkifli di Gedung KPK, Kamis, (6/2/2014).

Menurut Zulkifli, dalam memberantas kasus manipulatif hasil hutan Kementerian Perhutanan tidak bisa bekerja sendiri. Perlunya pihak terkait lainnya duduk bersama.

"Misalnya permintaan kayu yang tinggi akan membuat orang lebih gencar menanam pohon. Kementerian Perdagangan mungkin dengan kebijakannya bisa menyeleksi jenis-jenis kayu apa yang bisa diekspor dengan harga yang sesuai pula," katanya.

Selanjutnya kata Zulkifli, selama ini KPK diketahui hanya menindaki kasus korupsi, tetapi pencegahan kurang disoroti.

Maka dari itu Kemenhut dan KPK memanfaatkan momen ini untuk mencegah agar kasus eksploitasi hasil hutan ilegal bisa diminimalisir.

Selain bertemu pimpinan KPK, Zulkifki mengabarkan juga bertemu dengan perwakilan lembaga negara lainya seperti Kementerian Sumberdaya Mineral, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pemeriksa Keuangan dan sejumlah lembaga lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembalakan liar menhut
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top