Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

25 Kontainer Disita Negara, Emiten TMAS Gugat Kejagung ke Pengadilan

Emiten pelayaran TMAS menggugat Kejaksaan Agung terkait penyitaan 25 kontainer di Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 09 Januari 2022  |  16:08 WIB
KM Selat Mas, kapal kontainer yang dikelola oleh PT Temas Tbk. - temasline.com
KM Selat Mas, kapal kontainer yang dikelola oleh PT Temas Tbk. - temasline.com

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Temas Tbk mengajukan gugatan perlawanan terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkait penyitaan 25 kontainer berisi kayu Merbau.

Gugatan emiten berkode TMAS tersebut didaftarkan pada Jumat (7/1/2022). Selain Kejagung, TMAS juga menyertakan gugatan tersebut kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

"Menyatakan menurut hukum pelawan adalah pemilik yang sah atas khususnya sejumlah 25 kontainer," demikian bunyi gugatan perseoran yang dikutip dari laman resmi PN Surabaya, Minggu (9/1/2022).

Dalam catatan Bisnis, penyitaan 25 kontainer tersebut bermula dari pengungkapan kasus PT Rajawali Papua Foresta (RPF). Perusahaan itu diketahui telah mengubah status kayu hasil pembalakan liar atau pengunaan kawasan hutan secara tidak sah menjadi seolah-olah legal.

Singkat cerita, PT Rajawali Papua Foresta kemudian mengirimkan 25 kontainer kayu Merbau dengan disertai dokumen dengan menggunakan Kapal Selat Mas dari Papua tujuan Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya. 

Namun sesampainya di tujuan, kayu-kayu hasil pembalakan liar tersebut disita oleh petugas operasi hasil hutan. Petugas menduga kontainer-kontainer tersebut berisi kayu ilegal.

Adapun kasus ini sudah masuk di persidangan sejak tahun 2019 lalu. Di pengadilan tingkat pertama, hakim PN Surabaya menyatakan bahwa PT RPF yang diwakili Thony Sahetapy terbukti mengangkut kayu ilegal.

Dengan demikian, hakim menghukum perusahaan tersebut senilai Rp5 miliar dan 25 kontainer disita untuk negara. Sementara di tingkat banding, Pengadilan Tinggi meningkatkan denda PT RPF menjadi Rp10 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembalakan liar temas line
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top