Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pemilu, Transaksi Mencurigakan Marak

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf mengungkapkan jumlah transaski mencurigakan menjelang pemilihan umum (Pemilu) semakin meningkat.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 27 Januari 2014  |  16:22 WIB
Jelang Pemilu, Transaksi Mencurigakan Marak
Ketua PPATK M. Yusuf. Pada 2013 yaitu 1 tahun menjelang Pemilu, indikasi peningkatan transaksi mencurigakan mulai terlihat. - Bisnis/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf mengungkapkan jumlah transaski mencurigakan menjelang pemilihan umum (Pemilu) semakin meningkat.

"Kami temukan indikasi peningkatan transaksi mencurigakan. Diduga hal ini ada korelasinya dengan momen menjelang Pemilu," kata Yusuf ketika dijumpai wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Menurutnya, jumlah transaksi mencurigakan ini meningkat hingga 20-25%. Peningkatan ini biasanya terjadi pada satu tahun menjelang pelaksanaan Pemilu, saat Pemilu dan satu tahun pascapemilu.

"Sejak Pemilu 2004 dan 2009 terjadi peningkatan transaski mencurigakan. Pada 2013 yaitu 1 tahun menjelang Pemilu, indikasi peningkatan juga mulai terlihat," jelasnya.

Meskipun demikian, dia menyatakan PPATK belum menyerahkan temuan tersebut kepada pihak penegak hukum, sebab masih dalam proses penggalian lebih lanjut.

"Temuan ini belum kami serahkan kepada penegak hukum sebab masih riset, apabila data-datanya sudah dapat dipertanggungjawabkan, maka tindaklanjutnya kami akan serahkan kepada penegak hukum," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan (ppatk)
Editor : Fatkhul-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top