Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJS Padang Incar Kelompok Tani dan Nelayan

Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 08 Januari 2014  |  14:46 WIB
BPJS Padang Incar Kelompok Tani dan Nelayan

Bisnis.com, PADANG - Untuk mempercepat partisipasi masyarakat dalam jaminan sosial, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Padang akan menyasar kelompok petani dan nelayan di Sumatra Barat.

Kepala cabang Padang BPJS Ketenagakerjaan Agusdiansyah mengatakan untuk mempercepat kesertaan masyarakat di BPJS, lembaganya menggandeng kelompok tani dan nelayan, lewat asosiasi.

"Kelompok kerja mandiri dan UKM memang jadi prioritas kami. Karena mereka umumnya luput dari sosialisasi, dan tidak terpetakan. Padahal
jumlah mereka paling banyak," katanya kepada Bisnis, Rabu (8/1/2014).

Dia menyebutkan untuk cabang Padang yang mencakup wilayah Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai sudah terdaftar sebanyak 2.000 lebih peserta mandiri dari petani dan nelayan.

Kelompok pekerja mandiri menurutnya paling sulit dijangkau dan minim informasi mengenai BPJS. Makanya untuk kelompok tersebut, BPJS melakukan kerjasama dengan asosiasi-asosiasi dan kelompok masyarakat.

"Sudah ada 20 asosiasi dan kelompok tani dan nelayan yang kami jajaki. Dan pola itu akan terus dilakukan sampai seluruh masyarakat mendapat
jaminan lewat BPJS," katanya.

Untuk peserta angkatan kerja, Agusdiansyah menyebutkan sudah sekitar 60% pekerja di wilayah Padang terakomodir dalam BPJS Ketenagakerjaan.
Jumlahnya mencapai 58.700 orang dari 1.998 perusahaan.

Sisanya, secara bertahap akan bergabung dengan BPJS. "Yang peserta penerima upah dari perusahaan kami lakukan kerjasama dengan Disnaker
di setiap kabupaten dan kota, kan mereka yang tahu data pekerja dan perusahaannya," sebut Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs
Editor : Asep Dadan Muhanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top