Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transaksi dengan Uang Asing Marak di Bandung

Transaksi perdagangan dengan mata uang asing marak di sejumlah pusat perbelanjaan di Bandung. Padahal, setiap transaksi di Indonesia wajib menggunakan mata uang rupiah.
Kontributor
Kontributor - Bisnis.com 07 Januari 2014  |  16:41 WIB
Sejumlah besar kios di Pasar Baru, Bandung, telah menyediakan pelayanan pembayaran nonrupiah, khusunya ringgit.  - bisnis.com
Sejumlah besar kios di Pasar Baru, Bandung, telah menyediakan pelayanan pembayaran nonrupiah, khusunya ringgit. - bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG – Transaksi perdagangan dengan mata uang asing marak di sejumlah pusat perbelanjaan di Bandung. Padahal, setiap transaksi di Indonesia wajib menggunakan mata uang rupiah.

Di pusat perbelajaan Pasar Baru Trade Center, Bandung, salah satu pedagang Asep Ipis menuturkan sejumlah besar kios di Pasar Baru telah menyediakan pelayanan pembayaran nonrupiah, khusunya ringgit.

Hal ini seiring meningkatkan jumlah wisatawan asing yang berbelanja di Pasar Baru. Bahkan, kata Asep, penggunaan mata uang asing dalam trasaksi perdagangan di Pasar Baru telah lama terjadi.

Menurut Asep, penggunaan Ringgit menguntungkan bagi pedagang. “Misalnya harga satu Ringgit di money changer Rp3.500, kita jual ke mereka Rp3.300. Jadi saat ditukar ke money changer, kami dapat untung,” katanya.

Apalagi, katanya, keuntungan tersebut cukup menggiurkan karena para pelancong asal Malaysia selalu berbelanja dengan menghabiskan uang sekitar Rp 1 juta tiap satu kios.

Sesuai dengan Pasal 33 ayat 1 Undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dinyatakan setiap transaksi perdagangan harus menggunakan rupiah. Dian mengingatkan sesuai dengan UU ini, pedagang yang bertransaksi dengan mata uang asing dapat dipidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda maksimal Rp200 juta. (k10/k32)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah mata uang asing
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top