Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Doa Berbayar dengan Cara Ditransfer Berpotensi Penipuan

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar mengingatkan praktek berdoa berbayar berpotensi sebagai penipuan.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 04 Januari 2014  |  13:08 WIB
Doa Berbayar dengan Cara Ditransfer Berpotensi Penipuan
Promosi Doa Berbayar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar mengingatkan doa berbayar merupakan praktek pembodohan masyarakat dan berpotensi sebagai penipuan.

“Praktek  seperti itu sebetulnya sudah tercium cukup lama, tetapi baru terungkap  sekarang,”  ujarnya seperti dikutip lama Kemenag, Sabtu (4/12/2013).

Wamenag mengaku prihatin soal doa berbayar itu, yang jika seseorang doanya ingin dikabul harus melalui perantara dan membayar kepada pihak lain. Terlebih bayarannya pun harus ditransfer.

“Kita tak kenal konsepnya seperti apa, tapi saya imbau kepada masyarakat untuk menghindari cara seperti itu,”  paparnya.

Menurutnya, berdoa erat  kaitannya dengan tingkat keikhlasan seseorang. Bisa jadi doa seseorang dapat dikabulkan Allah lantaran yang bersangkutan melakukannya dengan kesungguhan secara mendalam. Cara berdoa yang dilakukan sesuai tuntunan agama jelas bakal diridlai Allah.

“Praktek berdoa berbayar jelas berpotensi sebagai penipuan,”  tegas Wamenag.

Belakangan ini ramai diberitakan bahwa perencana keuangan dan dewan pembina komunitas @SedekahHarian, Ahmad Gozali menawarkan program sedekah harian dengan cara memberi kesempatan donatur menitipkan doa kepadanya yang  sedang berada di Tanah Suci untuk didoakan secara khusus di tempat dan  waktu yang khusus pula.        

Meski Ahmad Gozali telah mengakui ada kesalahan dalam mencantumkan harga bagi yang ingin menitipkan doa, tetapi berbagai pihak mengecam bahwa perbuatan tersebut sebagai penipuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

doa berbayar
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top