Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Sulsel Tahun Depan Diprediksi Tembus Rp10 Triliun

Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan memproyeksikan realisasi investasi pada tahun depan Rp10 triliun seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur pokok di daerah ini.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 23 Desember 2013  |  14:46 WIB
Investasi Sulsel Tahun Depan Diprediksi Tembus Rp10 Triliun
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan memproyeksikan realisasi investasi pada tahun depan Rp10 triliun seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur pokok di daerah ini.

Kepala BKPMD Sulsel Arifin Daud mengatakan proyeksi realisasi investasi yang mencapai Rp10 triliun itu bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan target yang diberikan pemerintah pusat ke Sulsel Rp6,74 triliun.

Menurutnya, posisi Sulsel sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur menjadi salah satu daya tarik investor utuk menanamkan modalnya.

"Memang tahun depan akan ada Pemilu, tapi itu diprediksi tidak akan mempengaruhi investor untuk masuk ke sini [Sulsel]. Kalaupun jika terjadi kelesuan investasi, sentimen ekonomi regional Asia yang akan mempengaruhi, apalagi investor kita banyak dari China dan Jepang," ucapnya, Senin (23/12/2013).

Pengembangan maupun pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah, lanjut Arifin, juga menjadi acuan investor terutama asing dalam membangun pabrik di sejumlah daerah di Sulsel.

Pada tahun depan realisasi investasi Sulsel bakal ditopang oleh pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Kabupaten Banteng, Sulsel.

"Investasinya [pembangunan smelter] itu cukup besar. Untuk satu smelter membutuhkan investasi antara Rp4 triliun sampai Rp5 triliun. Belum lagi investasi sektor lain yang terus berkembang, sehingga kita optimis Rp10 triliun itu bisa tercapai," kata Arifin.

Adapun, proyek smelter di Bantaeng merupakan bentuk penanaman modal oleh investor China yang berencana membangun pabrik pengolahan bijih nikel yang juga akan terintegrasi dengan pelabuhan dan infrastruktur pembangkit listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulawesi selatan investasi 2014
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top