Erupsi Belum Reda, Tanggap Darurat Gunung Sinabung Diperpanjang

Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, belum kunjung mereda, sehingga masa tanggap darurat penanganan diperpanjang hingga 7 Desember 2013
Sukirno | 02 Desember 2013 10:53 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, belum kunjung mereda, sehingga masa tanggap darurat penanganan diperpanjang hingga 7 Desember 2013.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Bupati Karo akan melakukan konsultasi dengan Badan Geologi bagi kemungkinan status selanjutnya.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan hingga saat ini aktivitas Gunung Sinabung terpantau masih tinggi.

Pada Sabtu (30/11/2013) terekam telah terjadi 49 gempa vulkanik dalam dengan intensitas yang tergolong tinggi. Selanjutnya, pada Minggu (1/12/2013) Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik tipis sampai sedang ke wilayah barat.

Tercatat pada pukul 00:00 WIB - 12:00 WIB terjadi 12 kali gempa vulkanik dengan 37 kali frekuensi rendah dan 4 kali gempa tektonik jauh dengan tremor 0,5 – 3 mm.

"Hembusan asap mencapai 400 meter, warna abu tampak sedang sampai tebal, tekanan sedang," ungkapnya, Senin (2/12/2013).

Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas Gunung Sinabung masih tergolong tinggi. Tercatat, terjadi gempa tektonik 5,8 SR pada 91 Km tenggara Kabupaten Simeulue Aceh juga dirasakan pada pukul 13:30 WIB.

Status Gunung Sinabung hingga saat ini masih tetap 'awas' dan pada radius 5 Km tetap harus dikosongkan sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi.

Dia menjelaskan banyaknya material yang dimuntahkan Gunung Sinabung mengakibatkan adanya potensi lahar dingin yang juga tinggi.

Pada Minggu (1/12/2013) pukul 19:30 WIB terpantau adanya banjir lahar dingin di Desa Sukameriah. Komunikasi radio antar petugas di lapangan menginformasikan bahwa banjir lahar dingin terjadi di sungai-sungai sekitar Desa Sukameriah karena hujan deras di hulu sungai.

BNPB melaporkan jumlah pengungsi hingga Minggu malam mencapai 17.321 jiwa (5.836 KK) yang tersebar di 31 pos penampungan. Pengungsi berasal dari 23 desa di kaki Gunung Sinabung.

Jumlah pengungsi di tiap pos penampungan bervariasi. Terbanyak di Losd Tiga Binanga yaitu 2.438 jiwa (898 KK), kemudian Uka Jahe 1 ada 1.667 jiwa (473 KK), dan Losd Desa Sembagas ada 1.420 jiwa (782 KK).

"Kebutuhan logistik di semua pos penampungan masih mencukupi 2 hingga 3 hari kedepan. Diperlukan kebutuhan sayur, buah dan bumbu," jelasnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top