Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Headlines Koran: Industrialisasi Lamban, Inilah Calon Pemilik Baru Blok Migas Hess

Isu Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan melakukan simulasi guna mengasah protokol manajemen krisis keuangan menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Kamis (21/11/2013) selain isu tender blok minyak dan gas bumi bernilai jumbo milik Hess Corporation dan konsep mobil murah yang semakin dipertanyakan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 November 2013  |  09:34 WIB
Headlines Koran: Industrialisasi Lamban, Inilah Calon Pemilik Baru Blok Migas Hess

Bisnis.com, JAKARTA—Isu Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan melakukan simulasi guna mengasah protokol manajemen krisis keuangan, menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Kamis (21/11/2013).

Selain itu, juga ada tender blok minyak dan gas bumi bernilai jumbo milik Hess Corporation dan konsep mobil murah yang semakin dipertanyakan.

Berikut ini ringkasan berita-berita utama media Ibu Kota:

Simulasi Protokol Krisis
Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan melakukan simulasi guna mengasah protokol manajemen krisis keuangan. Simulasi disupervisi oleh Toronto Center, lembaga yang berpengalaman menangani krisis. Hal ini berlangsung mulai Senin hingga Rabu (20/11) (KOMPAS).

Inilah Calon Pemilik Baru Blok Migas Hess
Tender blok minyak dan gas bumi bernilai jumbo milik Hess Corporation yang digelar sejak Maret 2013, segera berakhir. Dari belasan peminat, lima perushaan sudah masuk daftar calon pembeli blok migas milik Hess yang berada di Indonesia dan Thailand (KONTAN).

Industrialisasi Lamban
Industrialisasi sudah menjadi keharusan bagi Indonesia untuk mendongkrak ekspor, selain untuk mengatasi defisit perdagangan, menyerap tenaga kerja, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Sejauh ini, pemerintah menggalakkan program hilirisasi atau pembangunan industri pengolahan, namun realisasinya berjalan lamban (INVESTOR DAILY).   

Logika Terbalik Mobil Murah
Tagline “mobil murah” kini semakin dipertanyakan Di awal pencanangannya, pemerintah berniat untuk menyediakan mobil murah untuk masyarakat bawah. Namun, banyak kalangan bereaksi negatif. Pasalnya, dengan banderol harga sekitar Rp95 juta, pasar mobil murah pun dipertanyakan untuk masyarakat kelas bawah yang mana. Semakin rumit lagi saat Presiden SBY pun menyatakan bahwa mobil tersebut diperuntukkan untuk rakyat di pedesaan. Terkini, Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebutkan, pemerintah tengah membuat aturan soal larangan mobil murah mengkonsumsi BBM bersubsidi (NERACA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top