Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OECD Turunkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Global

Organisasi Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk tahun ini dan tahun depan akibat pertumbuhan ekonomi negara berkembang, termasuk India dan Brasil, melemah.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 November 2013  |  08:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Organisasi Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk tahun ini dan tahun depan akibat pertumbuhan ekonomi negara berkembang termasuk India dan Brasil melemah.

Ekonomi dunia diperkirakan tumbuh hanya 2,7% tahun ini dan 3,6% tahun depan. Perkiraan itu berada di bawah prediksi sebesar 3,1% dan 4% pada Mei lalu, menurut laporan organisasi berbasis di Paris tersebut sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (20/11/2013).

“Sebagian besar ekonomi negara berkembang rentan karena tidak berlanjut sebagaimana pertumbuhan sebelumnya,” ujar Chief Economist OECD, Pier Carlo Padoan.

Menurutnya negara berkembang tersebut biasanya menjadi mesin pendorong pertumbuhan global di saat dunia lagi krisis. Sekarang kondisinya terbalik dan negara maju juga tidak bisa dikatakan lebih baik.

Penurunan pertumbuhan itu menunjukkan bagaimana rentannya prospek pertumbuhan ekonomi global dalam lima tahun setelah bangkrutnya Lehman Brothers Holdings Inc.

Sementara itu, meski zona euro telah keluar dari masa resesi, bank sentral  Eropa harus mencari jalan untuk melonggarkan kebijakan. Selain itu, bank sentral AS harus tetap akomodatif sebelum melakukan pengetatan stimulus. “The Fed berada dalam posisi paling cerdik,” ujar Padoan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oecd pertumbuhan ekonomi global

Sumber : Bloomberg

Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top