Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Sektor Manufaktur AS di Bawah Target

Tingkat produksi sektor manufaktur Amerika Serikat naik lebih rendah dari perkiraan selama September, sedangkan kontrak yang ditandatangani untuk belanja dalam negeri turun ke level terendah dalam tiga tahun.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Oktober 2013  |  13:26 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Tingkat produksi sektor manufaktur Amerika Serikat naik lebih rendah dari perkiraan selama September, sedangkan kontrak yang ditandatangani untuk belanja dalam negeri turun ke level terendah dalam tiga tahun.

Kondisi itu menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi AS tengah terkendali sebelum terjadi penutupan layanan kantor pemerintah (shutdown).

Pertumbuhan sektor manufaktur yang hanya 0,1% tersebut lebih rendah dari angka 0,5%  selama Agustus, menurut data dari bank sentral AS The federal Reserve hari ini sebagaimana dikutip Bloomberg, Selasa (29/10/2013).

Penundaan penjualan rumah hak milik turun 5,6% selama  September sekaligus menunjukkan penurunan selama empat bulan berturut-turut, menurut Asosiasi Pengusaha Properti Nasional.

“Ekonomi yang terkena dampak shutdown akan terkendala pada triwulan keempat,” ujar Nariman Behravesh, chief economist pada IHS Inc. di Massachusetts.

Dia memprediksi pertumbuhan produksi industri mencapai 0,6%  termasuk sektor pertambangan dan jasa. Menurutnya, setiap orang mulai khawatir pada September.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi amerika serikat kinerja manufaktur shutdown

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top