Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CPO Terganjal, Tak Berarti Keketuaan APEC RI Gagal

Bisnis.com, NUSA DUA, Bali--Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengemukakan terganjalnya minyak sawit mentah masuk dalam daftar produk yang memperoleh pengurangan tarif tak berarti RI gagal memanfaatkan keketuaannya dalam KTT APEC 2013.

Bisnis.com, NUSA DUA, Bali--Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengemukakan terganjalnya minyak sawit mentah masuk dalam daftar produk yang memperoleh pengurangan tarif tak berarti RI gagal memanfaatkan keketuaannya dalam KTT APEC 2013.

Meskipun demikian, dia mengakui Indonesia masih memerlukan upaya untuk memasukkan CPO ke dalam daftar produk yang menikmati tarif preferensial maksimum 5% mulai akhir 2015, baik dalam keranjang produk ramah lingkungan (environmental good list) atau pun produk berkelanjutan yang akan dibahas lebih lanjut dalam KTT APEC 2014 di Beijing, China.

“Saya kira ini suatu proses. Diikutsertakannya satu atau produk lain dalam suatu daftar, itu memerlukan upaya. Tapi, tidak perlu ditafsirkan sebagai suatu yang membentuk keberhasilan atau kekurangan keketuaan kita,” katanya seusai penyampaian APEC Leaders Statement, Selasa (8/10/2013).

CPO telah diusulkan dalam berbagai pertemuan pejabat senior (SOM) APEC 2013 dengan berbagai macam jurus, termasuk menggunakan argumentasi bahwa sawit berkontribusi terhadap pertumbuhan berkelanjutan.

Namun hingga KTT berlangsung, produk itu belum juga direstui masuk ke dalam EG list. Uraian APEC Leaders Statement hanya menyebutkan pemimpin APEC sepakat akan mengeksplorasi perdagangan produk yang berkontribusi terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif melalui pengembangan perdesaan dan pengentasan kemiskinan.

Pemerintah pun lantas memberi penjelasan bahwa hal yang lebih penting saat ini adalah diterimanya gagasan Indonesia bahwa produk yang memenuhi 3 kriteria itu perlu dipertimbangkan mendapatkan pengurangan tarif.

Dengan demikian, ada peluang bagi Indonesia mendapat tarif preferensial, tetapi melalui basket lain di luar EG list.

Marty mengemukakan masih ada ukuran lain yang dapat menjadi bukti keberhasilan keketuaan Indonesia dalam APEC tahun ini, a.l. disepakatinya prakarsa Indonesia mengenai penegasan kembali Bogor Goals, pembangunan berkelanjutan dengan kesetaraan dan pengarusutamaan konektivitas.  

Menurutnya, seluruh prakarsa itu mencerminkan kepentingan Indonesia di tingkat nasional.

“Indonesia betul jadi ketua, tapi sekaligus menunjukkan kepemimpinan dengan memasukkan tema, isu-isu yang bagi kita sangat penting,” ujarnya.

 Marty menegaskan isi Leaders Statement yang hanya 7 butir kesepakatan juga tak mengaburkan esensi 20 prakarsa yang ditawarkan Indonesia.

Menurutnya, 7 butir itu hanyalah ringkasan dari 20 prakarsa yang disepakati di tingkat pejabat senior (Senior Officials Meeting) dan menteri (APEC Ministers Meeting) APEC sebelumnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Sri Mas Sari
Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper