Pemerintah Perlu Prioritaskan Pembangkit Listrik Berbasis Batubara

  Bisnis.com, NUSA DUA - Pembangkit listrik menggunakan tenaga fosil batubara diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan listrik yang selama ini belum terpenuhi.
Ringkang Gumiwang | 02 Oktober 2013 22:42 WIB
 

Bisnis.com, NUSA DUA - Pembangkit listrik menggunakan tenaga fosil batubara diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan listrik yang selama ini belum terpenuhi.

“Saya tetap mendukung adanya energi terbarukan, cuma saat ini kita harus realistis. Karena membuat pembangkit listrik yang kapasitasnya besar dan murah itu yah tetap dari batubara,” kata Herman Darnel Ibrahim, anggota Dewan Energi Nasional, Rabu (2/10/2013).

Dia menjelaskan tantangan sektor energi Indonesia ke depan a.l pertama, mendukung pertumbuhan ekonomi dengan ketersediaan listrik yang baik dan kedua, mengurangi pencemaran lingkungan dari penyediaan listrik (go green).

Kendati demikian, Herman menilai Indonesia harus mendukung pertumbuhan terlebih dahulu untuk saat ini mengingat masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan listrik. Apalagi saat ini, alokasi subsidi listrik cukup besar membebani APBN.

Menurutnya, negara-negara maju pun dulunya lebih memprioritaskan tenaga fosil, misalnya China yang 80% kapasitas listriknya disumbang oleh batubara. Setelah cukup kuat, China mulai beralih ke energi yang lebih bersih.

Oleh karena itu, hal tersebut dirasa tidak adil, apabila negara yang berkembang saat ini diharuskan menggunakan energi yang bersih mengingat biaya energi tersebut jauh lebih mahal, sehingga pemenuhan kebutuhan listrik menjadi terhambat.

“Kita disuruh langsung menuju bersih itu bisa saja, tapi itu kan mahal. Saat ini teknologi sudah berkembang sehingga penggunaan batubara lebih bersih. Kalau kebutuhan listrik kita sudah baik, baru kita ke sana,” jelasnya.

Tag : bali, apec, pembangkit listrik, nusa dua
Editor : Yusran Yunus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top