Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kawasan Industri Makassar Gandeng Kawasaki Bangun Pembangkit Listrik

Bisnis.com, MAKASSAR--PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) menggandeng perusahaan Jepang, Kawasaki untuk membangun pembangkit listrik dengan investasi sekitar Rp680 miliar.

Bisnis.com, MAKASSAR--PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) menggandeng perusahaan Jepang, Kawasaki untuk membangun pembangkit listrik dengan investasi sekitar Rp680 miliar.

Pembangkit listrik berkapasitas 35 MW tersebut rencananya untuk kebutuhan industri di dalamnya dan sisanya dijual kepada masyarakat.

Direktur Utama KIMA Bachder Djohan mengatakan pembangunan pembangkit listrik tersebut akan dimulai tahun ini dengan menggandeng perusahaan Jepang, Kawasaki.

"Power plant ini akan suplai kawasan industri agar tidak tergantung lagi dari PT PLN," katanya, Rabu (11/9/2013).

Bachder menyebut kemungkinan pembangkit listrik itu menggunakan bahan baku batu bara yang dinilai lebih murah dan sudah familiar.

Selain pembangkit listrik, pihaknya juga akan menyiapkan pasokan air sendiri sehingga tidak bergantung pada PDAM dan peningkatan kualitas jalan. Rencana penambahan fasilitas penunjang itu, lanjutnya, merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur guna meningkatkan layanan.

Bachder juga menyebut KIMA telah mulai pembangunan kawasan pergudangan atau warehouse dengan standar internasional pada lahan seluas 10 hektare yang diprediksi selesai tahun depan.

"Akan ada sekitar 28 gudang baru dengan berbagai ukuran dan terdapat open space. Kami juga akan sisihkan untuk resi gudang untuk membantu pembiayaan petani dengan sistem resi gudang," ujarnya.

Menurutnya, saat ini sudah terdapat 23 unit gudang yang tidak pernah kosong, sehingga memang butuh penambahan guna menopang kebutuhan industri.

Dari sekitar 300 ha luas lahan kawasan industri, sekitar 20% atau 60 ha masih belum digunakan.

Jumlah perusahaan yang berada di kawasan industri KIMA telah meningkat 31% menjadi 283 perusahaan pada tahun ini dibandingkan dengan 2012 yang mencapai 215 perusahaan.

Terbanyak adalah perusahaan pengolahan kakao/coklat, rumput laut, dan pengolahan ikan dan udang dengan orientasi ekspor.

Komisaris KIMA Djamaluddin Tjongkeng menyebut target pendapatan tahun ini telah terlampaui pada semester pertama.

Tahun ini KIMA menargetkan pendapatan Rp8 miliar dan pada semester I/2013 telah tercapai Rp10 miliar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nurbaiti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper