Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Duh! Es di Kutub Utara Mencair, 17.000 Pulau RI Bakal Tenggelam

Bisnis.com, JAKARTA - Jika es di Kutub Utara mencair apa yang akan terjadi? Permukaan air laut pasti akan naik, dan Indonesia akan merasakan dampaknya karena lebih dari 17.000 pulau di Tanah Air  terancam tenggelam.Staf Ahli Bidang Teknologi Hankam
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 02 September 2013  |  14:45 WIB
Duh! Es di Kutub Utara Mencair, 17.000 Pulau RI Bakal Tenggelam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jika es di Kutub Utara mencair apa yang akan terjadi? Permukaan air laut pasti akan naik, dan Indonesia akan merasakan dampaknya karena lebih dari 17.000 pulau di Tanah Air  terancam tenggelam.

Staf Ahli Bidang Teknologi Hankam Kementerian Ristek Teguh Rahardjo mengatakan fenomenal global seperti perubahan iklim, akan membuat udara semakin panas. Hal itu akan berimbas pada Kutub Utara, dimana esnya bisa mencair.

"Indonesia sangat terpengaruh pada perubahan cuaca. Jika Kutub Utara esnya mencair, akan membuat sebagian pulau kita mengecil, sebagian lagi tenggelam. Belum lagi dampak lainnya," katanya Senin (2/9/2013).

Sejauhmana dampak itu dan bagaimana mengantisipasinya, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerjasama dengan Badan PBB yang mengurusi keantariksaan (United Nations Office for Outer Space Affairs/UNOOSA) menggelar Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim (United Nations/Indonesia International Conference on Integrated Space Technology Applications to Climate Change) di Hotel Borobudur, Jakarta, 2-4 September 2013.

Juan Carlos Villagran dari UNOOSA, membenarkan jika Indonesia paling berdampak pada perubahan iklim. Pulau-pulau yang dimiliki Indonesia bisa terancam. Meski Indonesia memiliki teknologi antariksa, tetap butuh dukungan dari negara lain.

"Kita bisa belajar, berdiskusi mengenai cara mengantisipasi dampak perubahan iklim dengan menggunakan teknologi antariksa, khususnya teknologi penginderaan jauh. Apalagi kita belum punya satelit khusus untuk meteorologi. Karenanya perlu kerja sama dengan negara-negara maju," kata Orbita Roswintiarti, Kepala Pusat Teknologi Penginderaan Jauh Lapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kutub utara es
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top