Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dada Rosada: KPK Panggil Ulang, Diperiksa Besok

Bisnis.com, JAKARTA--Paska mangkir dalam panggilan pemeriksaan Jum'at (16/8/2013), Walikota Bandung Dada Rosada kembali dijadwalkan menjalani pemeriksaan dalam kasus suap hakim Pengadilan Bandung, Senin (19/8/2013) besok.Jika tidak memenuhi panggilan
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 18 Agustus 2013  |  13:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Paska mangkir dalam panggilan pemeriksaan Jum'at (16/8/2013), Walikota Bandung Dada Rosada kembali dijadwalkan menjalani pemeriksaan dalam kasus suap hakim Pengadilan Bandung, Senin (19/8/2013) besok.

Jika tidak memenuhi panggilan tersebut, KPK bisa saja memanggil paksa salah satu tersangka dalam kasus suap hakim tersebut. Dada tidak hadir pada pemeriksaan tersebut karena mengaku harus rapat paripurna dengan DPRD Bandung.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan Dada dijadwalkan diperiksa pada pukul 10.00 wib, sebagai tersangka kasus suap terhadap hakim Setyabudi Tedjocahyono.

"Kita sudah kirim surat panggilan lagi, setelah absen kemarin," ujarnya, Minggu (18/8/2013)

Namun, Johan belum memastikan apakah yang bersangkutan akan ditahan setelah pemeriksaan. Pasalnya, katanya, hal tersebut tergantung dari hasil penyidikan penyidik KPK.

Pada Jum'at  lalu, KPK juga telah menahan satu tersangka lainnya dalam kasus yang sama, yakni Edi Siswadi, mantan Sekda Bandung.

Edi Siswadi ditahan di Rutan Salemba, dan disangkakan kasus penyuapan terhadap hakim Setyabudi untuk pengurusan kasus korupsi dana Bansos Bandung.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan enam tersangka. Yakni Walikota Bandung Dada Rosada, dan Edi Siswadi yang disangkakan melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a, atau pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 UU No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dalam diubah dalam UU No.21/ tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Adapun empat  orang lainnya yakni Setyabudi Tedjocahyono Wakil PN Bandung Pemkot Bandung, Herry Nurhayat (Plt Kadis Pendapatan Daerah Kota Bandung), Asep Triyana (perantara pemberi suap), Toto Hutagalung (pengusaha).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi bansos dada rosada tipikor bandung
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top