Ekonomi Sulsel Tumbuh di Atas Nasional, Ini Datanya

Bisnis.com, MAKASSAR-- Ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 7,16% (year on year) pada semester I/2013 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terdorong oleh laju sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang naik 15,53%.
M. Taufikul Basari | 02 Agustus 2013 13:26 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR-- Ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 7,16% (year on year) pada semester I/2013 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terdorong oleh laju sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang naik 15,53%.

Pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) Sulsel itu lebih baik daripada rerata nasional yang naik 5,92%.

Meski tumbuh di atas nasional, gerak ekonomi Sulsel melambat dibandingkan dengan tahun lalu. Pada semester I/2012 provinsi ini mencatat pertumbuhan 8,19% (yoy).

Pada rilis data triwulan II/2013, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mengungkapkan PDRB provinsi ini sebesar Rp45,07 triliun, atau menyumbang 50,77% untuk ekonomi Pulau Sulawesi dan 2,44% kontribusinya untuk nasional.

Secara triwulan, pertumbuhan Sulsel juga di atas nasional yakni melaju 4,94% (quartal to quartal) selama 3 bulan kedua 2013 dbandingkan periode sebelumnya. Laju ekonomi nasional adalah 2,61% (q-to-q).

"Hanya ada 4 provinsi yang pertumbuhan secara quartal to quartal di atas 4%, dan itu termasuk Sulawesi Selatan," kata Ketua BPS Sulsel Nursam Salam, Jumat (2/8/2013).

Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama 2012, maka Sulsel mencatat pertumbuhan 6,41% dengan pertumbuhan tertinggi di sektor keuangan dan jasa perusahaan sebesar 14%.

"Sektor keuangan terbagi dari beberapa sub-sektor, dan memang sub-sektor perbankan tumbuh di atas 10% [kuartal II/2013]," kata Khaerul Agus, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Statisik BPS Sulsel.

Pertanian

Sumbangsih sektor pertanian masih yang terbesar terhadap PDRB Sulsel triwulan II/2013, mencapai 24,01%. Namun, kontribusi ini turun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 26,42%.

Nursam menambahkan, turunnya kontribusi pertanian itu akibat adanya pergeseran masa panen. "Panen tahun lalu pada triwulan kedua, tahun ini pada triwulan ketiga," katanya.

Kontribusi terbesar kedua adalah lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran yang mencapai 17,62%, diikuti jasa-jasa 17,05%, dan industri pengolahan 12,8%.

Nursam mengatakan, pertumbuhan 4,94% selama triwulan kedua itu didorong membaiknya aktivitas perekonomian secara keseluruhan.

Fenomena tersebut, sambungnya, tergambar dari pertumbuhan positif semua komponen pengeluaran baik konsumsi rumah tangga, konsumsi nirlaba, konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), ekspor maupun impor.

Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan kedua naik 1,72% (q-to-q) menjadi Rp8,139 triliun dibanding 3 bulan pertama 2013. Apabila dibandingkan dengan triwulan II/2012 maka terjadi pertumbuhan 6,67% (yoy).

Komponen PMTB juga naik Rp626,66 miliar atau 7,39% (q-t0-q) dibandingkan triwulan I/2013, menjadi Rp13,15 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu maka terjadi pertumbuhan 13,67% (yoy).

Secara kumulatif pun pada semester I/2013 PMTB mencatat pertumbuhan 13,17% dibandingkan semester I/2012.

Demikian juga dengan kinerja komponen sekpor barang/jasa yang pada triwulan II/2013 tumbuh 8,07% (q-t-q), maupun komponen impor yang naik 5,07% (q-to-q). (ltc)

Tag : Pertumbuhan Ekonomi, pdrb
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top