Snowden Dapat Suaka di Rusia, AS Tinjau Ulang Pertemuan Obama-Putin

Bisnis.com, WASHINGTON--Gedung Putih meninjau kembali rencana pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat dan Presiden Rusia pada awal September, setelah Moskwa memutuskan untuk memberikan suaka kepada pembocor rahasia intelijen AS, Edward
News Editor | 02 Agustus 2013 05:44 WIB

Bisnis.com, WASHINGTON--Gedung Putih meninjau kembali rencana pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat dan Presiden Rusia pada awal September, setelah Moskwa memutuskan untuk memberikan suaka kepada pembocor rahasia intelijen AS, Edward Snowden.

"Kami sangat kecewa. Kami sedang meninjau manfaat dilakukannya pertemuan puncak itu setelah kejadian ini serta masalah-masalah lainnya," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney kepada para wartawan di Washington, Kamis atau Jumat WIB (2/8/2013).

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral di sela-sela konferensi tingkat tinggi negara-negara Kelompok-20 pada awal September 2013 di Saint Petersburg, Rusia.

Namun, keraguan akan terwujudnya pertemuan bilateral itu bermunculan karena ketegangan hubungan antara Washington dan Moskwa dalam berbagai masalah, termasuk status Snowden, konflik di Suriah serta pemberian hukuman bagi pemimpin unjuk rasa Rusia Alexei Navalny.

Snowden, yang menghadapi tuntutan kegiatan mata-mata di AS setelah membocorkan rincian program penyadapan telepon dan internet yang dilancarkan AS, akhirnya meninggalkan bandara Sheremetyevo pada hari Kamis setelah Rusia memberikan tempat perlindungan selama satu tahun.

"Kami sangat kecewa bahwa pemerintah Rusia akan mengambil langkah ini kendati kami telah menyampaikan permintaan secara jelas dan berdasarkan hukum, baik di muka umum maupun secara pribadi, agar Snowden diserahkan kepada AS untuk menghadapi tuntutan terhadapnya," kata Carney.

"Langkah yang diambil oleh pemerintah Rusia ini merusakan catatan panjang kerjasama penegakan hukum, kerja sama yang baru-baru ini telah mengalami kemajuan sejak peristiwa pemboman Boston Marathon."

Carney menekankan sikap Washington bahwa Snowden bukanlah seorang pembocor rahasia ataupun pembangkang, melainkan seseorang "yang dituduh telah membocorkan informasi rahasia dan telah dikenai tuntutan melakukan tiga macam kejahatan."

Ketika ditanya bagaimana nasib pertemuan tingkat tinggi Obama-Putin, Carney menjawab, "Saya tidak punya pengumuman terjadwal untuk hari ini, tapi jelas bahwa ini bukan perkembangan yang positif."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
barack obama, as, rusia, vladimir putin, edward snowden

Sumber : Antara/AFP
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top