GITA WIRJAWAN: Jadi Negara Eksportir Perlu SDM Jebolan Doktor

BISNIS.COM, BATAM--Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan untuk merubah paradigma Negara  importir menjadi Negara eksportir diperlukan orang-orang yang berpendidikan cukup. Gita menggambarkan, Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta,
Yoseph Pencawan | 16 Juni 2013 13:39 WIB

BISNIS.COM, BATAM--Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan untuk merubah paradigma Negara  importir menjadi Negara eksportir diperlukan orang-orang yang berpendidikan cukup.
 
Gita menggambarkan, Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta, tamatan yang  bergelar doktor ( S3 ) hanya 25.000 orang sedangkan di China ada 800 ribu orang dan India 600 ribu orang.

Padahal untuk menjadi negara  eksportir, lanjutnya perlu didukung infrastruktur dan infrastruktur harus dikerjakan oleh orang yang berpendidikan cukup.

“Pabrik aja masih pakai buatan 1912,” kata Gita Wirjawan dihadapan kader Barisan Indonesia (Barindo) di Batam, Sabtu (15/6/2013) malam.
 
Akibat menggunakan mesin lama, maka  berdampak pada rendemen yang dihasilkan hanya 4%, sementara Negara Thailand 14%.

Selain itu,  12% pemenuhan kebutuhan nasional akan bahan makanan dan minuman  dari mulai daging sapi, bawang putih, bawang merah, buah apel masih diimpor termasuk produk elektronik seperti telepon genggam dan sepeda motor.

“Harus ubah paradigma Negara importir menjadi Negara eksportir," sambungnya.
 
Gita mengungkapkan posisi perekonomian Indonesia  saat ini terbesar ke-15, diharapkan menjadi ke-10 pada tahun 2020.

Dan dengan dukungan infrastruktur yang baik tak tertutup kemungkinan  menjadi  yang ke-7.

”Tapi itu tadi, pendidikan dan infrastruktur,” katanya.
 
Untuk mewujudkan semua itu, paparnya, diperlukan  kekuatan diplomasi  serta  kesatuan dan persatuan bangsa, sehingga kepentingan nasional lebih utamakan disbanding kepentingan lain, serta pemimpin-pemimpin nasional  saling-rangkul bersatu menyongsong masa depan lebih baik.

Dia berharap  seluruh komponen bangsa harus benar-benar meyakini kemampuan dalam negeri yang diistilahkannya dengan "menggarudakan  diri" sehingga kelak mampu menciptakan sesuatu yang mendunia.

Kehadiran  Gita Wirjawan selain meninjau beberapa kawasan Industri , juga membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Barisan Indonesia (Barindo) se-Sumatera dan Kalimantan Barat .

Ini merupakan Rapim ke-3  yang sebelumnya digelar di Yogyakarta dan Jakarta.
 
Ketua  Panitia Acara Rapim Barindo, Basori mengatakan, peserta  Rapim dari berbagai daerah se-Sumatera dan Kalimantan Barat sebanyak 150 orang.

Rapim ini sendiri digelar guna menyikapi Pemilu 2014 mendatang.(yop)

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top