Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FORUM PROMOSI: Xinjiang & Sulbar Eratkan Kerja Sama

BISNIS.COM, XINJIANG - Pemerintah Provinsi Xinjiang dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menandatangani Record of Discussion yang berisikan pledge kedua pemerintah daerah untuk bersama-sama mempromosikan persahabatan dan saling kesepahaman, serta meningkatkan
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 06 Juni 2013  |  00:59 WIB

BISNIS.COM, XINJIANG - Pemerintah Provinsi Xinjiang dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menandatangani Record of Discussion yang berisikan pledge kedua pemerintah daerah untuk bersama-sama mempromosikan persahabatan dan saling kesepahaman, serta meningkatkan exchange of knowledge di segala bidang.

Chairman of Xinjiang Uygur Autonomous Region, Republik Rakyat Tiongkok, Nuer Bekri mengatakan penyelenggaraan Trade, Tourism and Investment (TTI) PromotionForum Indonesia di Urumqi membawa kebahagiaan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Xinjiang.

“Karena forum ini memainkan peran positif dalam penguatan hubungan bilateral RI-RRT,” ujarnya dalam siaran pers Pemprov Sulbar, Rabu (5/6/2013). Bekri menyatakan hal itu saat menerima courtesy call Duta Besar RI untuk RRT merangkap Mongolia Imron Cotan serta Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh di Southern Airlines Pearl International Hotel Urumqi.

Xinjiang sebagai provinsi terluas di RRT dengan penduduk sekitar 22 juta orang, telah mengalami kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastrruktur yang luar biasa sejak dijalankannya kebijakan keterbukaan (opening up policy) tiga dekade yang lalu.

Hal ini tercermin dalam tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi Xinjiang yang berkisar 10 persen di tengah kondisi krisis ekonomi yang melanda dunia ‘barat’ saat ini. Peningkatan taraf hidup masyarakat Xinjiang tersebut hanya dimungkinkan oleh kebijakan perpajakan, tata guna tanah serta pendirian industri yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

Karenanya Pemerintah Daerah Xinjiang mengundang pelaku usaha dan investor Indonesia untuk menanamkan modalnya serta berdagang dengan counterpart di Xinjiang, utamanya dengan memanfaatkan kesamaan kekayaan alam, budaya dan agama yang dimiliki kedua provinsi.

Dubes RI menyambut baik undangan tersebut dengan menyatakan Indonesia ingin belajar dan turut menikmati kesuksesan Pemerintah Provinsi Xinjiang. Dengan GDP mencapai US$ 200 miliar dan volume perdagangan luar negeri mencapai US$ 25,2 miliar pada 2012, Provinsi Xinjiang memiliki potensi kerja sama ekonomi yang cukup menjanjikan.

Namun demikian, volume perdagangan antara RI dengan Xinjiang masih relatif kecil dan belum menggambarkan potensi yang ada. Ekspor Xinjiang ke RI tercatat kurang US$ 100.000, dengan komoditi utama adalah yeast, benang katun, dan kain tenun, sementara impornya adalah pakaian wanita, scarf, dan gorden.

Dubes RI mengharapkan agar berbagai potensi kerja sama Indonesia dan Tiongkok semakin diperluas, baik di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata, melalui program TTI kali ini.

Selain itu, Perwakilan RI di RRT juga mendorong penadatanganan perjanjian kerjasama terkait sister province antara Xinjiang dan Sulawesi Barat, dan mengharapkan implementasi kerja sama itu dapat mengeratkan hubungan kedua provinsi, dan pada gilirannya kedua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi pariwisata perdagangan promosi xinjiang sulawesi barat
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top