Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PEMERINTAH BRASIL: Utang Sejumlah Negara di Afrika Dihapus

BISNIS.COM, ABABA-- Brasil akan menghapus hampir hutang US$900 juta  yang dimiliki beberapa negara Afrika, kata seorang pejabat Brasil pada Sabtu (25/5/2913) atau Minggu (26/5/2013) WIB, sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkarika n dana bantuan

BISNIS.COM, ABABA-- Brasil akan menghapus hampir hutang US$900 juta  yang dimiliki beberapa negara Afrika, kata seorang pejabat Brasil pada Sabtu (25/5/2913) atau Minggu (26/5/2013) WIB, sebagai bagian dari rencana untuk meningkatkarika n dana bantuan ke benua tersebut di masa mendatang.

Negara Amerika Latin berkemajuan pesat tersebut berupaya meningkatkan hubungan ekonomi dengan Afrika, sebuah pertanda bahwa krisis di negara-negara kaya telah mendorong kekuatan-kekuatan ekonomi baru untuk saling berdagang dan berinvestasi di antara mereka sendiri, demikian menurut pakar ekonomi.

Pejabat Brasil mengatakan Presiden Dilma Rousseff, yang sedang mengunjungi ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, tulis Reuters yang dikutip Antara, untuk merayakan hari jadi Uni Afrika (UA) ke-50, bersiap mengumumkan lembaga donor baru menyusul penghapusan hutang untuk membantu negara-negara Afrika.

"Hampir setiap (dana bantuan) akan dihapus," kata juru bicara presiden, Thomas Traumann, kepada wartawan di Addis Ababa.

Berdasarkan hukum Brasil, pemerintah tidak bisa mengucurkan dana pinjaman baru ataupun dana bantuan jangka panjang kepada negara-negara yang memiliki nilai hutang tinggi.

Traumann mengatakan lembaga-lemabaga donor masa depan Brasil akan menyasar pada bantuan program-program infrastruktur, pertanian dan sosial.

Di antara 12 negara yang akan mendapat keuntungan tersebut adalah Tanzania, negara dengan titik penggalian gas baru yang berhutang sebanyak US$237 juta, bersama produsen mintak Republik Kongo dan negara kaya tembaga, Zambia.

Sebagian besar hutang terakumulasi semenjak era 1970-an dan sempat mengalami renegosiasi sebelumnya, kata Traumman menambahkan.

"Brasil memiliki pengalaman dalam hal menanam benih-benih Eropa di iklim tropis. Kami memiliki teknologi untuk itu," kata dia. "Rencananya kami akan melakukan transfer pengetahuan teknologi tersebut dari Brasil kepada negara-negara Afrika." Sebagai penanda upaya mempererat hubungan Brasil dengan Afrika, Rousseff melakoni kunjungan ketiganya ke benua tersebut dalam beberapa bulan terakhir, ujar Traumann.

Negara-negara anggota kekuatan ekonomi baru, BRICs - beranggotakan Brasil, China, India dan Rusia - merupakan rekan perdagangan dan investor terbesar benua Afrika. Perdagangan antara negara-negara BRICs dengan Afrika diproyeksikan mencapai US$500 miliar  pada 2015, demikian menurut Standard Bank


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Martin Sihombing
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper