Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

DEMO BURUH: RUU Ormas & Kamnas Ditolak Batam

BISNIS.COM, BATAM--Wakil Walikota Batam Rudi berjanji akan mengakomodir tuntutan buruh FSPMI Kota Batam dengan menyampaikan surat resmi ke Setneg RI. 
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 10 April 2013  |  17:29 WIB
DEMO BURUH: RUU Ormas & Kamnas Ditolak Batam
Bagikan

BISNIS.COM, BATAM--Wakil Walikota Batam Rudi berjanji akan mengakomodir tuntutan buruh FSPMI Kota Batam dengan menyampaikan surat resmi ke Setneg RI. 


Dia mengatakan pihaknya akan mengakomodir tuntutan buruh Batam agar Pemerintah segera memberlakukan jaminan sosial melalui BPJS dan menyampaikan penolakan atas RUU Kamnas dan Ormas.

Rudi menyampaikan pernyataan tersebut saat menemui ribuan buruh yang menggelar aksi di depan Gedung Walikota Batam dan berorasi bersama buruh.

"Kami akan menyampaikan surat ke Setneg dan juga DPR yang menyusun RUU Ormas dan Kamnas agar menolak RUU tersebut," kata dia, Rabu (10/4/2013).

Terkait penyelenggaraan jaminan sosial melalui BPJS, Rudi menegaskan Pemerintah berjanji akan mulai menjalankan BPJS sejak 1 Januari 2014 mendatang sesuai informasi yang dia terima dari Kepala Jamsostek Batam.

Hari ini ribuan buruh FSPMI Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Walikota Batam setelah sebelumnya melakukan konvoi dari sejumlah titik industri di kota ini.

Buruh dalam orasinya menuntut Pemerintah segera memberlakukan BPJS dan menolak RUU Ormas dan Kamnas.(k17/yop) Foto: Ilustrasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam buruh demo ruu ormas demo buruh ruu ormas ruu kamnas kamnas

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Yoseph Pencawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top