Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PEMILIHAN PAUS: Ini Mekanisme Menuju Paus Baru

BISNIS.COM,JAKARTA--Layaknya pemilihan presiden ataupun kepala daerah di Indonesia, Konklav atau ritual pemilihan Sri Paus-pemimpin umat Katolik- juga mengenal mekanisme dengan menggunakan beberapa kali putaran untuk menentukan yang terbaik.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 12 Maret 2013  |  10:35 WIB
PEMILIHAN PAUS: Ini Mekanisme Menuju Paus Baru
Bagikan

BISNIS.COM,JAKARTA--Layaknya pemilihan presiden ataupun kepala daerah di Indonesia, Konklav atau ritual pemilihan Sri Paus-pemimpin umat Katolik- juga mengenal mekanisme dengan menggunakan beberapa kali putaran untuk menentukan yang terbaik.

Permulaan konklav, Kardinal Kepala Kollegium Angelo Sodano memilih tiga kardinal termuda sebagai tenaga  yang bertugas membantu kelancaran konklav.

Konklav dimulai di hari pertama, Selasa (12/3/2013) malam. Pemilihan pada Selasa malam hanya terjadi satu putaran saja, jika belum terpilih Paus baru pemilihan dilanjutkan hari selanjutnya sebanyak 4 kali putaran, yakni 2 putaran di pagi hari dan 2 putaran di sore hari.

P. Markus Solo, Pastor Indonesia yang berada di Vatikan Roma melaporkan sebelum memulai dengan pemilihan, 115 kardinal yang memiliki hak pilih dibagikan secarik kertas.

Bagian atas kertas tersebut tertulis sebuah kalimat di dalam bahasa Latin, Eligo in Sumum Pontificem Meum yang artinya 'Saya memilih Pemimpin Tertinggiku', sedangkan di bagian bawah kertas terdapat satu ruang untuk menulis nama orang atau kardinal yang ingin dipilih.

Setelah semua kardinal memilih, mereka diminta untuk beranjak dari tempat duduk, lalu menempatkan kertas pilihan di sebuah tempat yang telah disediakan.

Setelah ke-115 kardinal melakukan tahap ini, tiga kardinal muda yang dipilih untuk membantu kelancaran upacara konklav, akan menghitung kertas suara dan mengumpulkan suara, lalu mengumumkan hasil pemilihan.

Apabila proses pemilihan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka pemilihan dinyatakan sukses. Aturan yang digunakan, seorang calon terpilih memiliki mayoritas 77 suara, atau duapertiga dari jumlah seluruh pemilih. Jika telah mengantongi jumlah itu, maka seorang Paus baru terpilih.

Jika belum memenuhi mayoritas duapertiga pemilih, maka pemilihan akan dilanjutkan ke putaran berikutnya. Jika lebih dari 30 kali putaran, belum juga terpilih seorang Paus, maka 2 orang kandidat dengan perolehan suara terbanyak, akan dipilih oleh para kardinal.

Kedua kardinal dengan suara tertinggi itu otomatis kehilangan hak pilih, sehingga pemilihan hanya dilakukan oleh 113 kardinal. (Foto:aa.com.tr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vatikan kardinal katolik paus pemilihan paus
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top