KABUPATEN BANDUNGUPTD Kebakaran miliki fasilitas diklat

 
News Editor | 30 April 2012 14:58 WIB

 

BANDUNG: Unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung kini telah memiliki tempat pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi satuan relawan pemadam kebakaran (Satlankar). 
 
Bangunan serta peralatan penunjang diklat merupakan bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia pada tahun 2011 lalu.
 
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Hendi Kurniawan mengatakan kawasan Diklat Satlankar hanya dimiliki UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung, sebab tempat pelatihan serupa belum pernah dimiliki UPTD Pemadam Kebakaran di Jawa Barat sebelumnya.
 
Dia mengakui bangunan dan peralatan ini jadi aset Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Kebersihan,
 
"Namun tempat diklat ini menjadi kawasan integral yang dapat digunakan UPTD Pemadam Kebakaran se-Jawa Barat. Karena tempat diklat satlankar dan petugas pemadam kebakaran hanya ada di Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta dan Surabaya,” katanya saat ditemui Bisnis hari ini.
 
Kementerian Pekerjaan Umum memberikan bantuan dalam dua tahap. Pada tahapan pertama bantuan berupa bangunan menara latihan 4 lantai untuk latihan pemadaman kebakaran gedung tinggi, peralatan damkar, resque, dan tempat latihan fireground untuk latihan pemadaman kebakaran di SPBU. 
 
Hendi menuturkan untuk tahapan kedua berupa bantuan bangunan tempat diklat dan barak untuk penginapan peserta Diklat, rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2012. 
 
“Kalau bangunan dan barak sudah terbangun, maka akan jadi pusat pendidikan dan pelatihan satlankar dan petugas pemadam kebakaran (pusdiklat) seperti yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta dan Surabaya, untuk Diklat petugas pemadam kebakaran mulai dari jenjang Basic Pemadam I-III, Resque I-III, dan jenjang Diklat Fire Inspector,” tuturnya.
 
Hendi menambahkan pada tanggal 2 Mei 2012 rencananya UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung akan melaksanakan Diklat untuk 100 calon anggota Satlankar dari masyarakat dan merupakan Diklat angkatan ketiga sejak tahun 2009 yang dilaksanakan UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung. 
 
“Pada penutupan Diklat Satlankar yang dilaksanakan tanggal 3 Mei akan digelar upacara siaga satlankar yang rencananya akan dipimpin oleh Bupati Kabupaten Bandung dan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Kementrian Pekerjaan Umum RI,” ujarnya.
 
Petugas UPTD Kebakaran Kabupaten Bandung, Danru Sopandi menuturkan Pudiklat Satlankar dan petugas pemadam kebakaran memang seharusnya dimiliki UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung. Mengingat angka peristiwa kebakaran di Kabupaten Bandung terus meningkat setiap tahunnya.
 
“Angka peristiwa kebakaran di Kabupaten Bandung pada tahun 2009 ada 176 peristiwa, pada tahun 2010 ada 183 kasus, dan pada tahun 2011 ada 209 peristiwa kebakaran di kabupaten yang berpenduduk 3,2 juta jiwa, tersebar di 31 kecamatan dan 276 desa,”ujarnya.
 
Penanganan kebakaran di Kabupaten Bandung memang masih bisa dikatakan ideal karena baru memiliki 3 pos pemadam kebakaran dan dilengkapi dengan 7 unit mobil pemadam kebakaran. 
 
Sopandi mengungkapkan kalau berbicara penanganan pemadaman kebakaran ideal mengikuti peraturan nasional, standar pelayanan minimal  pemadam kebakaran adalah 15 menit dari pos Damkar ke lokasi kejadian. 
 
“Kabupaten Bandung yang memiliki 31 kecamatan di daerah seluas 176.238,67 hektare, untuk penanganan kebakaran yang ideal berdasarkan penghitungan dari rencana induk sistem proteksi kebakaran (RISPK), maka dibutuhkan minimal 9 pos pemadam kebakaran, dan pada tiap pos sedikitnya 2 unit mobil pemadam kebakaran,” ujarnya.
 
Sopandi menegaskan dengan adanya bantuan dari Kementrian Pekerjaan umum berupa peralatan bagi Satlankar diharapkan dapat membantu proses penanganan kebakaran di kawasan yang letaknya jauh dari pos pemadam kebakaran. 
 
“Hasil bantuan dari Kementrian PU berupa bangunan rumah seluas 5x6 meter persegi, 1 unit motor pengangkut air 520 liter, dan tabung appar untuk pemadaman kebakaran ringan, dan saat ini sudah ada di 3 pos Satlankar di desa yang letaknya jauh dari pos pemadam kebakaran Kabupaten Bandung,” ujarnya. (sut)

Sumber : Maman Abdurahman

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top