PUSAT PELAYANAN KRITIS di RSUD Tarakan diresmikan Foke

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan pembangunan Pusat Pelayanan Kritis di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, merupakan bukti komitmen pemprov dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Ibu Kota."Kesehatan
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 24 April 2012  |  21:59 WIB

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan pembangunan Pusat Pelayanan Kritis di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, merupakan bukti komitmen pemprov dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Ibu Kota."Kesehatan warga merupakan prioritas tertinggi dalam program pembangunan di Jakarta," katanya saat meresmikan Pusat Pelayanan Kritis itu hari ini, Selasa, 24 April 2012.Dia mengatakan kini warga Ibu Kota memiliki rujukan untuk penanganan penyakit kritis setelah dioperasikannya Pusat Pelayanan Kritis di RSUD Tarakan yang menerapkan pelayanan standar internasional.Dirut RSUD Tarakan Koesmedi Priharto mengatakan pembangunan pusat pelayanan kritis ini menelan dana Rp119 miliar yang berasal dari APBD DKI 2011Dia menjelaskan Rp52 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung setinggi 8 lantai dan Rp67 miliar dipakai untuk membelian peralatan dan perlengkapan medis berstandar internasional.Pusat Pelayanan Kritis di RSUD Tarakan memiliki kelengkapan unit perawatan intensif (ICU) dengan 8 tempat tidur, unit perawatan intensif jantung (ICCU) dengan 7 tempat tidur, unit perawatan intensif bayi (NICU) sebanyak 7 tempat tidur.Serta unit perawatan intensif anak (PICU) sebanyak 7 tempat tidur, unit perawatan dengan pengawasan (HCU) sejumlah 15 tempat tidur, ruang penanganan gawat darurat (Emergency Room) tersedia 24 tempat tidur yang dapat ditingkatkan hingga 50 tempat tidur."Pusat Pelayanan Kritis juga dilengkapi dengan Cath Lab atau cateterisasi laboratorium yang diletakkan satu lantai dengan ruang ICCU. Sehingga respon time terhadap pasien sakit jantung bisa dilakukan kurang dari 5 menit," ujarnya. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top