Diajukan pailit, ini jawaban GARDA TUJUH BUANA

JAKARTA: Perusahaan tambang batu bara PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) mengklaim pengajuaan pailit PT Mastership Management Indonesia (Pemohon) tidak banyak berpengaruh pada perseroan.
Wisnu Wijaya | 24 April 2012 11:06 WIB

JAKARTA: Perusahaan tambang batu bara PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) mengklaim pengajuaan pailit PT Mastership Management Indonesia (Pemohon) tidak banyak berpengaruh pada perseroan.

 

Pemohon adalah perusahaan jasa penyewaan kapal tongkang yang mengangkut hasil produksi batu bara perseroan dari pelabuhan ke kapal induk pengangkut yang disediakan oleh pembeli.

 

Kerjasama keduanya berlangsung sejak pertengahan April 2011. Pada Februari 2012, curah hujan yang tinggi di sekitar lokasi pertambangan menyebabkan perseroan tidak mengirim batu bara.

 

Akibatnya, tulis keterbukaan informasi kepada bursa Selasa 24 April 2012, perseroan menderita kerugian karena harus membayar kouta minimum penggunaan fasilitas kapal tongkang yang disediakan oleh Pemohon.

 

Selain itu, pemohon juga menolak untuk mengirim batu bara yang telah dimuat di kapal tongkang dan berakibat penundaan pengiriman ke kapal induk serta denda yang diterima akibat keterlambatan tersebut.

 

“Dikarenakan prilaku yang kurang pantas tersebut dan pelanggaran terhadap isi kontrak yang telah ditandatangani, Perseroan berdasarkan pertimbangan yang sangat hati-hati memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan Pemohon,” tulis sekretaris perseroan Iwan Nurdiansyah.

 

Klaim dari Pemohon adalah senilai US$502.364, sedangkan klaim dari perseroan kepada Pemohon US$45.000 akibat dari keterlambatan pengiriman batu bara yang kemungkinan akan bertambah.

 

Perseroan, katanya, telah memperhitungkan bahwa imbas dari permasalahan ini tidak akan lebih dari nilai yang telah disebutkan itu.

 

Iwan mengatakan aktifitas perseroan tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasanya karena GTBO telah menandatangani kontrak baru dengan penyedia jasa fasilitas kapal tongkang lain.

 

Sebagai catatan, hasil penjualan batu bara GTBO tahun lalu mencapai kurang lebih Rp320 miliar atau senilai US$35,3 juta dan menargetkan kenaikan pada 2012.

 

“Klaim tersebut hanya bernilai kurang dari 0,5% dari total penjualan perseroan tahun lalu,” tulis Iwan.

 

Hingga 31 Desember 2011 perseroan memiliki simpanan uang mencapai Rp117,7 miliar atau setara dengan US$13,01 juta serta tidak memiliki utang pinjaman dari pihak manapun. (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top