BILA GALAU berbuntut selingkuh

JAKARTA: Hati-hati bila tengah galau lalu curhat dengan teman sekantor, atau sahabat lain jenis lainnya. Sebab, hal itu bisa membuat pasangan lebih menyukai teman tempat menceritakan curahan hatinya tersebut, dibandingkan dengan isteri atau suami sendiri."Bayangkan
Adhitya Noviardi | 21 April 2012 10:41 WIB

JAKARTA: Hati-hati bila tengah galau lalu curhat dengan teman sekantor, atau sahabat lain jenis lainnya. Sebab, hal itu bisa membuat pasangan lebih menyukai teman tempat menceritakan curahan hatinya tersebut, dibandingkan dengan isteri atau suami sendiri."Bayangkan saja dari 10 dari klien yang datang berkonsultasi dengan saya, delapan pasangan diantaranya bermasalah dengan keluarga, yaitu perselingkuhan," kata Agus Syafii, konsultan keluarga, Sabtu, 21 April 2012.Menurut dia, gara-garanya karena klien sering menceritakan masalah keluarganya kepada teman sekantornya, seperti kepada sekretaris dan bawahannya.  Sekitra 80% dari kliennya bermasalah dengan masalah keluarganya."Biasanya suami berselingkuh dengan teman sekantor atau pembantu rumah tangga (PRT)," ujar Agus yang juga mendirikan Rumah Amalia di Ciledug, Tangerang, tempat anak-anak yatim dan dari kalangan tidak mampu belajar dan berkumpul.Dia menyarankan kepada pasangan yang sudah menikah bila sedang galau, untuk  menghindari bercurhat-curhatan dengan teman sekantor atau sahabat lama. Sebab, dari awalnya bercerita, lama-lama jadi biasa. Ingat kata pepatah alah bisa karena biasa."Dari curhat tersebut lama-lama akan menimbulkan rasa simpati, lalu ada rasa sayang, dan ujungnya bermesraan karena merasa diperhatikan. Masing-masing mencari pelarian," ujarnya.Selain dengan teman kantor, suami juga sering melakukan perselingkuhan di dalam rumahnya sendiri, yaitu dengan pembantu rumah tangga (PRT). "Hal itu terjadi karena si PRT yang sering melayani kebutuhan si suami, dan isteri kurang perhatian," tambahnya.Dia menyebutkan PRT biasanya sulit menolak keinginan sang bos, karena pendidikannya  rendah. "Mula-mula sang bos hanya ingin dipijat badannya, lalu meningkat menjadi hubungan intim. Tak jarang si pembantu sampai melahirkan," ujar AgusAgus yang sudah lama menjadi konsultan keluarga ini, mengaku dalam sehari rata-rata menerima 10 klien pasangan suami istri, yang bermasalah dalam perkawinannya. Dari 10 puluh pasangan tersebut, katanya, kebanyakan ingin keluarganya utuh kembali."Selama ini dari pembincangan saya dengan mereka, sebanyak delapan pasangan membaik kembali, dan hanya dua pasangan yang akhirnya bercerai. Sedangkan lama melakukan konseling bisa berkisar 3 bulan sampai 2 tahun," ungkap pengarang buku Mukjizat Salat dan Doa ini.Dia menyarankan kepada pasangan suami-isteri dalam menjaga keutuhan keluarga dan menghindari perselingkuhan, sebaiknya memperkokoh landasan agama dan meningkatkan komunikasi."Hindari curhat-curhatan, terutama masalah rumah tangga sendiri. Sebab, hal itu sama saja dengan menceritkan kejelekan atau aib pasangan kepada orang lain. Itu jelas tidak baik dan dilarang agama," kata ayah dua orang anak ini. (tw)

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top