DEMO BURUH blokir gerbang PT Varta Blokir

 
News Editor | 17 April 2012 17:59 WIB

 

BATAM: Ratusan buruh PT Varta Microbattery berunjuk rasa dengan memblokir gerbang perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tersebut berhenti beroperasi.
 
Ratusan buruh perusahaan outsourcing PT Raja Labora Panbil  (RLP) yang bekerja di PT Varta Microbattery merealisasikan keputusannya untuk kembali berunjuk rasa.
 
"Masih lanjutan yang kemarin, kami akan berjuang sampai hak-hak semua buruh outsourcing ini terpenuhi," kata Yuyun, salah satu wakil pekerja, hari ini, Selasa 17 April 2012.
 
Kemarin (Senin 16 April), mereka berunjuk rasa di depan gerbang PT Varta dengan membentangkan sejumlah poster dan berorasi secara bergantian menyuarakan tuntutan-tuntutannya.
 
Mereka menuntut manajemen PT RLP dan PT Varta mencabut pemecatan sepihak yang mereka alami dan mengangkat mereka menjadi pegawai tetap atau pihak perusahaan memberikan uang pesangon sebesar sisa kontrak.
 
Dalam aksi unjuk rasa hari ini, mereka memblokir akses keluar-masuk perusahaan dimana ratusan buruh tersebut berkumpul dan mendirikan tenda persis di depan gerbang perusahaan.
 
Para buruh tidak membolehkan siapapun pekerja masuk ke dalam atau keluar dari lokasi perusahaan.
Dari informasi di lapangan, salah seorang pekerja tetap yang menjabat sebagai supervisor masih terjebak di dalam perusahaan hingga laporan ini ditulis.
 
Selain itu, mereka juga mengikat gerbang dengan puluhan tali, menempelkan poster-poter tuntutan serta menggantungkan sejumlah pakaian di gerbang.
 
Akibat dari aksi pemblokiran tersebut aktivitas keluar masuk perusahaan menjadi sangat terhambat, bahkan perusahaan berhenti beroperasi.
 
Puji, salah saorang karyawan tetap PT Varta menyebutkan sebagian pekerja yang tidak ikut berunjuk rasa diliburkan oleh pihak manajemen Varta.
 
“Karyawan yang permanen diliburkan dan di perusahaan, pabrik tidak beroperasi,” ujarnya.
Bahkan menurut Puji pihak manajemen Varta tidak memberitahukan kepada mereka sampai kapan penghentian operasi itu berakhir.
 
Ratusan buruh itu pun tetap melanjutkan aksinya meskipun di tengah hujan yang mengguyur deras selama hampir dua jam di kawasan Industri Batamindo.(sut)

Sumber : Yoseph Pencawan

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top