JOGER BALI: Ini dia alasan di balik boikot sebagian warga Makassar

MAKASSAR: Aksi protes cetakan kata-kata yang di produksi kaos oblong Joger, Bali terus terus bermunculan dari warga Makassar.
News Editor | 15 April 2012 18:34 WIB

MAKASSAR: Aksi protes cetakan kata-kata yang di produksi kaos oblong Joger, Bali terus terus bermunculan dari warga Makassar.

 

Zainal Siko Daeng Lira, salah satu warga Makassarm misalnya, melalui akun jejaring sosialnya melayangkan surat protes kepada pimpinan dan manajemen Joger Bali yang dikutip Bisnis, Minggu 15 April 2012.

 

Dalam suratnya dia mengecam produksi kata-kata perusahaan kaos oblong itu yang mengutip kalimat:  Karena kalau orang MAKASSAR sampai melupakan MA (Moral dan Akhlak), maka KASAR sajalah yang tersisa.

 

Menurutnya, dirinya sebagai warga Makassar tidak dapat menerima perlakuan perusahaan Joger yang telah menyebarluaskan kata Makassar sebagai bahan lelucon.

 

“Kami tidak menerima nama daerah kami dijadikan bahan tertawaan. Ini penghinaan bagi kampung, suku, bahasa dan tulisan, yang selama ini kami jaga dengan penuh kehormatan,” demikian kutipan surat protes Zainal.

 

Pokok surat protes itu adalah karena pertama, kata Makassar tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain. Kedua, kata Makassar terdiri dari nama kampung, suku, bahasa dan tulisan.

 

Ketiga, kata ‘kasar’ dapat diartikan bahwa daerah, suku, bahasa itu tidak memiliki ada istiadat atau tidak berbudaya. Keempat, kata ‘Ma’ dapat mengandung arti lain yang kurang baik bagi orang lain. Kelima, kalimat ‘tersisa’ dapat diartikan atau bermakna sampah.

 

Zainal yang juga warga asal Kebupaten Pangkep, Sulsel, ini terus menyebarkan surat protes ini ke sejumlah rekan dan kenalannya dalam akun jejaring sosial miliknya.

 

Bahkan, beberapa kerabat dan kenalan dekatnya memberikan respons dan mengecam tindakan perusahaan kaos oblong yang terkenal dengan pabrik pengolah kata-kata. (ea)

 

 

Sumber : Hendra Nick Arthur

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top