HILLARY CLINTON ingatkan AUNG SAN SUU KYI, demokrasi itu tidak mudah

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 April 2012  |  02:28 WIB

 

WASHINGTON: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, Senin, menasihati pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi yang akan bergabung dengan parlemen untuk pertama kalinya, bahwa itu tidak mudah.

 

Hillary, mantan ibu negara dan senator yang mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat pada 2008, memuji Suu Kyi saat pemutaran perdana The Lady -- sebuah film biografi tentang pemenang Nobel Perdamaian itu karya sutradara Prancis Luc Besson-- di Amerika Serikat.

 

“Saya katakan padanya di salah satu percakapan telepon kami baru-baru ini--dia berubah dari sebuah ikon menjadi seorang politikus. Saya telah melakukan hal yang sama dan sampai batas tertentu, saya tahu bahwa itu tidak mudah,” kata Hillary.

 

“Sekarang Anda bergabung dengan parlemen dan Anda mulai kompromi, itulah demokrasi. Ini bukan kata yang kotor,” kata Hillary saat pemutaran perdana di kantor pusat Asosiasi Film Amerika.

 

Hillary mengatakan kepada Suu Kyi bahwa dia akan "harus bekerja sama dengan orang lain, beberapa di antaranya sangat tidak Anda setujui pendapatnya."

 

"Tetapi itu adalah bagian dari komitmen yang anda buat untuk sebuah proses demokrasi, bahkan jika proses itu rentan seperti yang sedang dilakukan oleh para pemimpin dan rakyat Burma saat ini," katanya, merujuk ke nama lama Myanmar.

 

Suu Kyi, yang telah menghabiskan sebagian besar dari 2 dasawarsa terakhir dalam tahanan rumah memenangkan kursi pertamanya di parlemen pada pemilihan umum April yang merupakan contoh nyata dari tanda reformasi oleh Presiden Thein Sein.

 

Hillary pekan lalu mengumumkan seperangkat imbalan untuk mendorong reformasi lebih lanjut di Myanmar, termasuk mengurangi pembatasan Amerika Serikat pada investasi dan jasa keuangan di negara yang kaya sumber daya tetapi miskin itu. (Antara/ea)

 

BACA JUGA:

PASAR PROPERTI: Indonesia masih dilirik investor asing

FINANCIAL IDENTITY NUMBER ancam bisnis BPR

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top