UANG ELEKTRONIK: M-Wallet masih melempem

JAKARTA: Layanan mobile wallet (m-wallet) dari operator seluler ternyata tak kunjung populer dengan jumlah pengguna yang belum signifikan meski penggunaan peranti mobile kian marak di kalangan masyarakat di Tanah Air.Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel)
News Editor | 09 April 2012 22:08 WIB

JAKARTA: Layanan mobile wallet (m-wallet) dari operator seluler ternyata tak kunjung populer dengan jumlah pengguna yang belum signifikan meski penggunaan peranti mobile kian marak di kalangan masyarakat di Tanah Air.Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) memperkirakan jumlah pengguna layanan m-wallet baru mencapai 1,8% dari total pengguna seluler, atau 4 juta dari 220 juta pengguna seluler."Untuk captive market layanan m-wallet sebesar 160 juta pengguna. Angka tersebut didapat dari 220 juta pengguna seluler dikurangi dengan jumlah pemilik rekening bank sebanyak 60 juta pengguna," kata praktisi telematika Mastel Teguh Prasetya di Jakarta, Senin.Menurutnya, diperlukan waktu beberapa tahun lagi untuk melakukan edukasi pasar mengenai layanan ini."Butuh waktu lama untuk mengenalkan layanan ini kepada konsumen. Pasalnya, konsumen di Indonesia belum terbiasa pada layanan m-wallet," katanya.Teguh mengatakan operator harus menyiapkan ekosistem layanan m-wallet dan sebagian besar masyarakat di Indonesia masih melakukan transaksi secara konvensional.Operator yang memiliki layanan m-wallet harus gencar melakukan promosi dan melakukan banyak terobosan supaya dapat diterima pasar, sebab pengguna akan memilih layanan pembayaran yang menguntungkan dengan penawaran menarik."Untuk mendukung ekosistem, operator harus melakukan beberapa hal. Misalnya, menambah jumlah merchant sebagai tempat pelanggan seluler berbelanja dengan m-wallet, mempermudah sarana tempat menyimpan deposit uang, dan menawarkan nilai tambah dari pembayaran m-wallet," katanya. (Antara/arh)

Sumber : Aprika R. Hernanda

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top