OBLIGASI REKAP dikurangi, Bank Mandiri cari utang hingga US$400 juta

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk mencari pinjaman senilai US$200 juta hingga US$400 juta untuk mendukung program  pengurangan obligasi rekap jenis variable rate yang dimiliki oleh perseroan.Saat ini, Bank Mandiri sedang menjajaki  tender lead arranger
News Editor | 08 April 2012 13:50 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk mencari pinjaman senilai US$200 juta hingga US$400 juta untuk mendukung program  pengurangan obligasi rekap jenis variable rate yang dimiliki oleh perseroan.Saat ini, Bank Mandiri sedang menjajaki  tender lead arranger (pemimpin pengatur pinjaman) untuk rencana aksi korporasi tersebut.Sumber Bisnis di bank sentral mengungkapkan perseroan telah menyampaikan rencana pencarian pinjaman ini ke Bank Indonesia. Aksi korporasi ini seiring dengan rencana Bank Indonesia untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan obligasi rekap yang dimiliki oleh entitas perbankan."Rencananya, kreditur yang berminat untuk memberi pinjaman ke Bank Mandiri harus membeli obligasi rekap yang dimiliki oleh perseroan pada harga par," ujarnya kepada Bisnis, siang ini, 8 April 2012.Dia mengungkapkan terdapat sejumlah bank asing yang telah menyatakan minat untuk berpartisipasi membeli obligasi rekap dan menyalurkan pinjaman ke Bank Mandiri. Saat ini, jumlah obligasi rekap yang ada di Bank Mandiri mencapai Rp78 triliun."Kreditur tentu akan mengincar obligasi rekap yang jatuh temponya sekitar 2014. Kalau membeli obligasi rekap dengan harga par tentu ada kompensasinya dalam bentuk bunga pinjaman yang ditawarkan oleh kreditur terhadap Bank Mandiri."Menurutnya, langkah ini perlu ditempuh oleh Bank Mandiri untuk mengurangi jumlah obligasi rekap yang ada di neraca perseroan. Apalagi, kontribusi bunga obligasi rekap terhadap laba semakin menurun seiring dengan kebijakan acuan bunga surat utang tersebut yang berubah dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI) ke Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Saat ini kupon SPN berada pada level sebesar  2,18%.Kepala Biro Humas BI Difi Ahmad Djohansyah ketika dikonfirmasi Bisnis mengaku belum mengetahui rencana tersebut. "Saya belum tahu rencana tersebut."Obligasi rekap adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk mendukung modal perbankan pada saat krisis moneter 1997-1998.Jumlah obligasi rekap yang diterbitkan mencapai Rp430 triliun dengan tenor paling panjang sampai 2020. Surat utang ini terbagi dua yaitu obligasi rekap fixed rate (bunga tetap) dengan kupon sekitar 13,175% hingga 14,275%.Entitas perbankan tentu mempertahankan surat utang jenis ini karena kuponnya lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat bunga acuan BI Rate yang berada pada level 5,75% maupun tingkat imbal hasil surat utang negara yang berada pada level 2,2% hingga 6,7%.Namun, entitas perbankan tentu berupaya supaya neracanya bersih dari obligasi rekap jenis variable rate.Semula, kupon surat utang jenis ini mengacu ke bunga Sertifikat Bank Indonesia bertenor tiga bulan. Namun, SBI bertenor tiga bulan sudah tidak diperdagangkan lagi dan mengacu ke SPN.Bank Mandiri juga berencana menggelar rapat umum pemegang saham yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April. Agenda ke enam yang dibahas adalah persetujuan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris.Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat menjadi calon kuat komisaris  Bank Mandiri  menggantikan Mahmuddin Yasin yang mengundurkan diri. Selain itu,  Bank Mandiri berencana mengajukan rasio pembayaran dividen sebesar 20% dari perolehan laba bersih tahun lalu sebesar Rp12,2 triliun.Namun, keputusan mengenai dividen akan ditentukan oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Laba Bank Mandiri pada tahun lalu meningkat sebesar 32,8% dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp11,9 triliun. (faa)

Sumber : M. Munir Haikal

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top