PILKADA DKI: Hasil tes kesehatan tak bisa ditawar

JAKARTA: Pasangan bakan calon gubernur dan wakil gubernur DKI harus menerima hasil tes kesehatan yang dilaksanakan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dan tim dokter ahli RSPAD Gatot Subroto dan tidak dibenarkan mencari alternatif tes kesehatan ke
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 08 April 2012  |  23:59 WIB

JAKARTA: Pasangan bakan calon gubernur dan wakil gubernur DKI harus menerima hasil tes kesehatan yang dilaksanakan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dan tim dokter ahli RSPAD Gatot Subroto dan tidak dibenarkan mencari alternatif tes kesehatan ke pihak lain.

 

Ketua Kelompok Kerja Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta Jamaluddin F. Hasyim menjelaskan 6 pasangan cagub-cawagub DKI tidak boleh mencari second opinion dari rumah sakit lain jika ternyata ada yang hasil tes kesehatannya menunjukkan ada masalah, misalnya pada jantung.

 

“Tidak boleh ada pasangan yang melakukan opini kedua tes kesehatan dari rumah sakit lain, jika ternyata dinyatakan tidak sehat oleh IDI maka tidak boleh membawa hasil pemeriksaan dari rumah sakit lain yang menyatakan jantungnya sehat,” katanya di Jakarta, Minggu 8 April 2012.

 

Menurutnya, tim dokter dari IDI dan RSPAD dijadwalkan sudah berada di rumah sakit sekitar pukul 06.30 WIB untuk melakukan persiapan pemeriksaan kesehatan bagi para cagub dan cawagub DKI yang akan bersaing pada pemilihan umum kepala daerah DKI pada Juli 2012.

 

Selanjutnya pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan nomor urut para kandidat DKI 1 dan 2 saat mendaftar ke KPUD DKI Jakarta yaitu bakal cagub dan cawagub Faisal Basri-Biem Benyamin pada pukul 07.00 WIB, dilanjutkan Hendardji Soepandji-Achmad Riza Patria pukul 07.30 WIB.

 

Pasangan berikutnya Alex Noerdin-Nono Sampono pukul 08.00 WIB, diikuti Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) pukul 08.30 WIB, kemudian Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pukul 09.00 WIB, dan pasangan keenam Hidayat Nur Wahid-Didiek J Rachbini pukul 09.30 WIB.

 

“Pelaksanaan tes kesehatan pasangan cagub-cawagub kami serahkan sepenuhnya kepada IDI dan RSPAD. Jadi, semua urusan teknis baik pelaksanaan pemeriksaan sendiri, pengamanan hingga protokoler diatur oleh mereka. Kami hanya memberikan surat pengantar saja,” katanya.

 

Jamaluddin mengatakan proses pemeriksaan kesehatan cagub dan cawagub diserahkan kepada IDI dan RSPAD Gatot Subroto sebagai peryaratan pencalonan dirinya guna memenuhi persyaratan sehat secara jasmani dan rohani sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Adapun hasil tes kesehatan tersebut, lanjutnya, akan disampaikan oleh Pengurus Besar IDI dan RSPAD kepada KPUD Provinsi DKI Jakarta pada 23 April 2012, yang kemudian akan digabungkan dengan hasil verfikasi faktual tahap kedua dan pemenuhan persyaratan bagi balon dari independen dan partai politik.

 

Selanjutnya, KPUD Provinsi DKI melaksanakan verifikasi faktual tahap kedua sudah final dan tidak ada lagi perbaikan apa pun pada 7 Mei 2012.

 

Selanjutnya pada 8-9 Mei 2012 pihak KPUD akan melakukan finalisasi hasil rekapan dari tes kesehatan, berkas dukungan KTP untuk calon independen dan pemenuhan berkas bagi calon partai politik untuk menyatakan lolos atau tidaknya balon menjadi cagub dan cawagub.

 

Kemudian pada 10 Mei 2012 akan diumumkan bakal cagjb dan cawagub yang lolos seleksi dan berhak menjadi calon gubernur dan wagub yang akan mengikuti Pemilukada DKI 2012.

 

Tahap berikutnya adalah pengundian nomor urut pada 12-14 Mei dengan menyerahkan nama pasti dan foto resmi.

 

“Nomor urut, nama pasti dan foto resmi tidak boleh berubah, karena akan dicetak dalam kertas surat suara,” ujarnya. (Bsi)

>> BACA JUGA:

*) PILKADA DKI: Foke & Nachrowi Unggu Di Survei Puspkaptis

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top