PENGAWAS SEKOLAH: Proses rekrutmen disinyalir gak beres

JAKARTA: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mensinyalir adanya ketidakberesan pada proses rekrutmen pengawas sekolah di daerah menyusul hasil (UKA) yang menunjukkan nilai mayoritas pengawas tidak lebih baik dari guru.
nurul | 05 April 2012 14:18 WIB

JAKARTA: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mensinyalir adanya ketidakberesan pada proses rekrutmen pengawas sekolah di daerah menyusul hasil (UKA) yang menunjukkan nilai mayoritas pengawas tidak lebih baik dari guru.

“Pengawas adalah orang yang membina dan mengawasi guru dan sekolah jadi nilai UKA pengawas seharusnya lebih baik dari guru. Tapi faktanya nilainya malah lebih rendah," kata Syawal Gultom, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemendikbud, Kamis 5 April 2012.

Rendahnya nilai pengawas, lanjut Syawal, karena terlalu banyak jalur penerimaan pengawas yang dibuka oleh daerah. Bahkan ada pengawas yang asalnya bukan guru sehingga hasil uji kompetensi awal (UKA) pengawas ini secara tidak langsung menunjukkan mutu sekolah.

Dia menilai pemerintah daerahlah yang harus mempertanggungjawabkan tindak lanjut  para pengawas yang tidak kompeten tersebut. Pasalnya, daerah yang bisa mengangkat dan memberhentikan pengawas sementara pemerintah pusat hanya bertanggungjawab membuat mekanisme pembinaan dan peningkatan kompetensi kinerja guru.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan nilai rata-rata hasil UKA guru di 337 kabupaten/kota rendah, di bawah rata-rata nasional 42,25. Hanya 154 kabupaten/kota yang nilai rata-ratanya di atas rata-rata nasional.

 

Perolehan nilai tertinggi 97,0 dan terendah 1,0 menunjukkan kesenjangan kualitas guru antardaerah yang lebar.   

"Kami akan fokus pada pengembangan guru di daerah yang nilai rata-rata UKA-nya rendah. Bentuk diklatnya akan dibuat spesifik sesuai kebutuhan masing-masing daerah," kata Nuh. (ra)

 

BACA JUGA:

Tlim tawarkan solusi pembentukan karakter

Tag :
Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top